
Foto JLS Blitar terkini (PUPR)
JawaPos.com - Kabar gembira bagi warga Trenggalek, Tulungagung dan Kabupaten Blitar. Sebab JLS (Jalur Lintas Selatan) Trenggalek-Tulungagung-Blitar akan mulai tersambung pada pertengahan 2025.
Dikutip dari laman portal Diskomunfo Tulungagung bahwa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Dwi Hary Subagyo menuturkan dari total 54 kilometer JLS di wilayah Tulungagung sebagian besar telah rampung digarap.
Saat ini, hanya tersisa 15 kilometer yang masih dalam pengerjaan. Ruas yang dimaksud mulai dari Brumbun hingga Sine. progresnya sudah sekitar 50-60%, sudah pemadatan, tinggal pengaspalan,” ujar Dwi.
Sesuai kontrak, pelaksanaan pembangunan JLS pada Lot 1A dan 1B akan selesai pada bulan Juli 2025. Jika pembangunan lancar sesuai dengan kontrak, seluruh ruas JLS di Tulungagung tuntas 2025 dan bisa dimanfaatkan untuk akses transportasi masyarakat.
"Nantinya JLS akan menyambungkan langsung dari Trenggalek, Tulungagung hingga ke Kabupaten Blitar,” imbuhnya.
Menurutnya PSN yang pembangunannya dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di wilayah Tulungagung berjalan cukup lancar. Pihaknya berharap penuntasan JLS akan membawa dampak positif bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya.
Senada dengan itu, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengatakan pembangunan jalur pantai selatan membawa dampak signifikan untuk akses transportasi dan perekonomian wilayah pesisir selatan.
Tak hanya itu, potensi wisata berkembang cukup pesat dengan adanya jalur pansela. Kondisi itu diharapkan akan turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tulungagung.
“Potensi wisatanya sangat besar, karena view-nya memang cukup bagus. Saya rasa akan meningkatkan PAD,” kata Heru.
Meski demikian keberadaan JLS juga membawa tanggungjawab besar bagi pemerintah daerah, sebab di sepanjang jalur Denga pemandangan indah itu muncul ratusan bangunan liar untuk berjualan.
“Sebetulnya sudah pernah ditertibkan, tapi muncul lagi. Ini yang menjadi PR. Kami akan kerja sama dengan Perhutani (pemilik lahan) untuk melakukan penataan, melalui perjanjian kerja sama (PKS),” ujarnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
