Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 17.38 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyad Menangis saat Pulangkan 273 Siswa dari Barak Militer

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menangis saat memeluk salah satu anak yang dipulangkan dari barak militer. (YouTube Humas Jabar). - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menangis saat memeluk salah satu anak yang dipulangkan dari barak militer. (YouTube Humas Jabar).

JawaPos.com–Angkatan awal siswa-siswi di Jawa Barat (Jabar) yang dibina di barak militer karena kenakalan akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Selama beberapa pekan dibina, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklaim ada perubahan pada diri masing-masing siswa.

Dedi Mulyadi juga menangis saat memeluk para siswa yang baru saja dipulangkan setelah mengikuti pendidikan militer di barak militer. Tangis haru tersebut terjadi setelah upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/5).

Sebanyak 273 anak resmi dipulangkan kepada orang tuanya setelah mengikuti pelatihan militer selama dua pekan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Para siswa telah menyelesaikan rangkaian kegiatan militer, mulai dari upacara di Lapangan Gasibu, parade defile, hingga akhirnya bertemu kembali dengan orang tua mereka.

“Ya gimana ini kan urusannya rasa ya urusan hati, urusan cinta. Siapa sih yang tidak terharu, orang tua bertemu anaknya saat anaknya sudah berubah,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari YouTube Humas Jabar.

Menurut Dedi Mulyadi, momen pertemuan antara anak dan orang tua menjadi bukti keberhasilan program militer dalam menyentuh sisi emosional dan kemanusiaan.

“Ini adalah rasa, karena itu itu saya sampaikan apa yang saya lakukan, dasarnya hati. Kalau yang saya lakukan dasarnya hati, maka diterimanya oleh rasa dan melahirkan cinta,” kata Dedi.

Dilansir via Radar Bogor (Grup Jawa Pos), kepala daerah berusia 54 tahun tersebut menyatakan, pendidikan karakter ini dilandasi rasa cinta dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi usaha nyata untuk menunjukkan kehadiran negara dalam menyelesaikan persoalan remaja.

“Ini urusan rasa, bukan urusan-urusan administrasi kenegaraan,” ucap Dedi.

Banyak orang tua yang juga merespons positif dengan mengucapkan terima kasih karena merasa anak-anaknya mengalami perubahan sikap yang lebih baik.

“Jadi, ini salah satu bukti bahwa semua orang, bukan semua orang ya, banyak orang meragukan apa yang dilakukan Pemprov Jabar, tetapi akhirnya waktu yang menjawab,” tandas Dedi Mulyadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore