
Penonton menyalakan suar (flare) usai pertandingan Persib Bandung melawan Persis Solo laga Liga 1 2024/2025 di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/5/2025). (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung suporter anak-anak di bawah umur. Hal ini disampaikannya saat bertemu dengan suporter Persikas Subang yang sempat membuat kegaduhan beberapa waktu lalu.
Dedi Mulyadi pun menyampaikan pesannya kepada pengelola suporter untuk tidak melibatkan anak-anak dalam bentuk kegiatannya. "Pokoknya gini, saya minta kepada siapapun, yang melakukan pengelolaan supporter, jangan melibatkan anak-anak di bawah umur," kata Dedi seperti dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), Minggu (1/6).
Menurutnya, hal ini lantaran semua aktivitas anak-anak harus mendapatkan izin orang tua dan tak boleh keluar rumah tanpa pendampingan orang tua. Bahkan, banyak anak-anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar.
"Banyak anak-anak di bawah umur yang statusnya masih pelajar, dilibatkan dalam kegiatan orang-orang dewasa, menggunakan kendaraan bermotor, dimobilisasi di malam hari," ungkapnya.
Hal ini tampak berhubungan dengan peraturan jam malam yang diberlakukan oleh Pemprov Jawa Barat. Ditambah menurutnya, memang bukan hak anak-anak keluar untuk keluar pada malam hari.
"Maneh arek caricing di imah moal, jam 8? Bener yeuh?" tanya Dedi Mulyadi. "Icing Pak, bener," ucap suporter Persikas Subang.
"Arek ngalanggar deui moal?" tanya Dedi Mulyadi. "Moal," jawab suporter.
Tak hanya itu, Mulyadi juga mewanti-wanti jika kesepakatan ini sampai dilanggar, maka bisa dikenakan sanksi tidak naik kelas.
"Ngalanggar deui, urang enggeus hafal hiji-hiji. Daek teu, teu naik kelas?" tanya Dedi Mulyadi. "Embung Pak," ucap para suporter.
Tak lupa, Gubernur Jawa Barat ini juga memerintahkan kepada suporter anak-anak untuk mengikuti pendidikan di barak militer. Hal ini demi menciptakan generasi muda yang disiplin, punya cita-cita, dan punya arah.
"Engke beres Idul Adha, maneh ikut pendidikan di Barak Militer. Lembang, jeung rombongan ti Subang. Ngilu, alus meh disiplin, meh bebas ti hape, bebas ti motor," pintanya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
