
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui pemilik rumah guna menyikapi kericuhan yang terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. (Instagram @dedimulyadi71)
JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya turun langsung menyikapi kericuhan yang terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Insiden ini jadi perbincangan publik usai video perusakan sebuah rumah yang dijadikan tempat retret pelajar Kristen viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @sukabumisatu, terlihat sekelompok warga menyerbu sebuah rumah di Kampung Tangkil RT 04/01. Mereka tampak berkerumun dan merusak berbagai fasilitas di dalam rumah tersebut.
Melalui akun instagram pribadinya, Gubernur Dedi Mulyadi membagikan kabar bahwa dirinya tengah bersama pemilik rumah sekaligus saksi mata atas insiden perusakan itu.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM itu menyebut, tempat tersebut adalah rumah pribadi yang kerap digunakan untuk kegiatan sosial dan pembinaan keagamaan atau retret.
“Jadi gini, intinya bahwa itu adalah rumah, bukan gereja. Nah, rumah itu berada di Desa Tangkil, pasti daerahnya dingin,” jelas Dedi dikutip Senin (30/6).
Menurut Dedi, suasana pedesaan yang tenang di Tangkil kerap menarik teman-teman pemilik rumah yang berasal dari berbagai daerah seperti Minahasa hingga Tangerang. Mereka sering berkumpul di sana untuk mengadakan berbagai kegiatan pembinaan mental, termasuk menyanyi dan aktivitas rohani lainnya.
“Dalam kumpulnya itu, sering ada kegiatan ritual. Iya, Pak Ya? Kan gitu, Pak Ya? Ada ritual itu artinya nyanyi. Pembinaan mental Bapak kan pasti ada lagu-lagu ritual ada nyanyi dan sejenisnya,” kata Dedi.
Dedi juga memastikan dirinya akan ikut serta dalam proses mediasi antara warga dan pemilik rumah, agar permasalahan ini diselesaikan secara adil dan menyeluruh.
“Ya sudah, nanti kita akan bersama-sama menyelesaikan masalah itu secara komprehensif. Dari sisi sosialnya, dari sisi hukumnya. Kedua-duanya harus diselesaikan dengan baik. Dan saya akan mendampingi Bapak ke Sukabumi hari ini,” tegasnya.
KDM menekankan bahwa langkah yang diambil bukan semata bentuk empati, melainkan kewajiban pemerintah untuk menjaga kerukunan warganya.
“Bukan kepedulian, sudah kewajiban. Pemerintah untuk menjaga kerukunan hidup masyarakatnya. Jawa Barat harus tentrem ayem, Pak,” imbuhnya.
Pemilik rumah yang merasa menjadi korban dalam insiden tersebut pun menyampaikan rasa terima kasih atas langkah cepat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
“Saya secara pribadi, dan saudara-saudara saya ini, terima kasih atas kepedulian dan atensi daripada Pak Gub kita,” ungkapnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
