Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 01.08 WIB

Diduga Mengantuk, Sopir Truk Molen Tewas dalam Kecelakaan Maut di Sampang, Kerugian Ditaksir Rp 30 Juta

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk di Sampang, pengemudi truk molen tewas. (Dokumentasi Radar Madura) - Image

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua truk di Sampang, pengemudi truk molen tewas. (Dokumentasi Radar Madura)

JawaPos.com - Nasib malang dialami oleh sopir truk molen, Fajar Efendi, 30 tahun, warga Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Ia dinyatakan tewas usai terlibat kecelakaan maut dengan truk lain. 

Kasat Lantas Polres Sampang, AKP Sigit Ekan Sahudi mengatakan Fajar mengalami kecelakaan di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang pada Minggu (21/9) sekitar pukul 03.03 WIB, 

AKP Sigit menyebut kecelakaan berawal saat truk molen dengan nomor polisi M 8011 UN, yang dikemudikan Fajar melaju dari arah timur ke barat. Diduga karena mengantuk, truk tersebut oleng ke arah kanan jalan.

"Di waktu yang sama, dari arah berlawanan melaju truk muatan bata ringan dengan nopol L 8092 UAA, yang dikemudikan oleh Setyabudi Hardiyanto, 37 tahun, warga Jombang," tutur AKP Sigit, dikutip dari Radar Madura, Minggu (21/9).

Jarak yang terlalu dekat membuat keduanya tak bisa menghindar. Tabrakan pun terjadi. Benturan keras membuat bagian depan truk molen rusak parah. Sopir juga mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang. 

Nahas, nyawa Fajar Efendi tak terlotong. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan pertolongan dokter. Sementara sopir truk Setyabudi selamat, tanpa mengalami luka serius.

Polisi menaksir kerugian material atas insiden ini mencapai Rp 30 juta. Satlantas Polres Sampang langsung melakukan olah TKP, serta mengevakuasi dua truk yang terlibat kecelakaan, agar lalu lintas kembali normal.

Baca Juga: Serba Perdana! Ini Empat Fakta Menarik Dibalik Kemenangan Persebaya Surabaya atas Semen Padang
 
Polisi kembali mengingatkan pengendara agar tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan. Khususnya bagi sopir kendaraan besar yang menempuh perjalanan jauh dengan risiko lebih tinggi di jalan raya.

“Kami imbau para sopir dan pengendara lainnya untuk tidak memaksakan diri saat lelah atau mengantuk. Utamakan keselamatan di jalan. Jangan paksakan berkendara dalam kondisi capek atau mengantuk,” tukas AKP Sigit.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore