
Ilustrasi meteor raksasa. (Pexels)
JawaPos.com - Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin memastikan tak ada dampak kerusakan akibat meteor yang melewati langit Kuningan hingga Kabupaten Cirebon. Meteor itu kemudian diketahui jatuh di Laut Jawa, Minggu (5/10) malam.
"Tidak ada dampak kecuali gangguan dari gelombang kejutnya," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (6/10).
Hanya saja, dampak dari gangguan gelombang kejut meteor yang melewati langit Cirebon disebut Thomas tak terlalu besar.
"Kalau ukuran yang lebih besar lagi, seperti yang terjadi di Chelyabinsk, Rusia pada 2013 (ukuran 17 meter) gelombang kejutnya merusakkan bangunan," tuturnya.
"Kalau yang agak kecil, seperti di Bone 2008 (ukuran 10 meter) hanya menggetarkan jendela kaca rumah," sambung Thomas.
Ia menegaskan bahwa fenomena jatuhnya meteor ke bumi yang terlihat di langit Cirebon merupakan hal wajar.
"Batuan di antariksa sangat banyak. Sewaktu-waktu ada yang berpapasan dengan bumi yang terlihat sebagai meteor. Semakin besar ukurannya, semakin jarang terjadinya," pungkas Thomas.
Sebelumnya, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin membenarkan adanya meteor yang melintas di wilayah Kuningan dan Cirebon pada Minggu, (5/10) malam. Hal itu ia simpulkan berdasarkan kesaksian warga dan laporan BMKG Cirebon.
"Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (6/10).
Ia mengatakan, meteor yang cukup besar itu ditandai dengan adanya dentuman yang didengar warga di wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon.
"Terdeteksi adanya getaran oleh BMKG Cirebon (ACJM) pada pukul 18:39:12 WIB," tuturnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
