Acara dangdutan di acara peresmian Masjid Darul Falah, Dusun Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, yang mendadak viral di media sosial. (Istimewa)
JawaPos.com - Sebuah video berdurasi satu menit lebih dari akun Instagram @kejadiantemanggung mendadak viral di media sosial. Tayangan itu memperlihatkan suasana peresmian Masjid Darul Falah di Dusun Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, yang justru diwarnai pentas dangdut dengan biduan berpakaian seksi.
Publik pun geger. Banyak warganet menilai kegiatan hiburan itu tak pantas digelar dalam momentum keagamaan yang seharusnya sakral.
Menanggapi polemik tersebut, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Temanggung, M Furqon Masyhuri, menyatakan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kebenaran video yang beredar.
“Kami akan cek ke lapangan, apakah betul itu terjadi. Ini bagian dari upaya kami untuk memahami dan menasihati masyarakat agar tidak mencampurkan hal-hal yang bersifat maksiat dengan sesuatu yang sakral seperti peresmian masjid,” ujar Furqon mengutip Radar Magelang (Grup JawaPos).
Furqon menyayangkan bila benar kegiatan hiburan itu terjadi. Ia menilai, peresmian masjid seharusnya dijaga kesuciannya, bukan dicampur dengan hiburan yang bisa menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Peresmian masjid itu sesuatu yang sakral, tentu tidak pantas jika ada kegiatan dangdutan. Ini sudah menjadi perhatian banyak pihak, bahkan beberapa kiai juga menghubungi saya karena video itu viral di berbagai grup dan media sosial,” katanya.
PCNU Temanggung, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat untuk memberikan nasihat sekaligus memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
“Kami malu ini sudah viral ke mana-mana. Kita merasa kecolongan. Setelah dicek nanti, kami akan sampaikan pemahaman agar masyarakat lebih hati-hati dan tidak mengulangi kegiatan seperti itu lagi,” tegasnya.
Furqon juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menghakimi atau menyebarkan potongan video tanpa konteks lengkap. Ia menekankan pentingnya sikap tabayyun (klarifikasi) sebelum berkomentar di ruang digital.
“Kami akan tetap menindaklanjuti untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan kegiatan keagamaan. Tapi masyarakat juga perlu lebih bijak bermedia sosial,” tutupnya.
Meski sudah ditanggapi oleh tokoh keagamaan setempat, kasus viral ini kembali membuka perdebatan klasik antara tradisi lokal, hiburan rakyat, dan nilai kesakralan tempat ibadah.
Di tengah era digital, tabayyun dan literasi digital keagamaan menjadi kunci agar masyarakat tak mudah terseret kontroversi tanpa memahami konteks sebenarnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
