
Hujan deras pada Jumat (21/11), memicu lahar dingin di sekitar lereng Gunung Semeru. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com-Hujan deras mengguyur sejumlah desa di Kecamatan Pronojiwo, memicu banjir lahar dingin, Jumat (21/11). Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi pada Rabu (19/11) sore.
Dari pantauan JawaPos.com di Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, hujan deras mengguyur sejak pukul 13.45 WIB. Warga saat itu sedang sibuk menengok rumah mereka yang tertimbun material vulkanik.
Di Jembatan Gladak Perak atau Besuk Kobo'an, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, aliran lahar dingin begitu deras. Sisa material vulkanik dari erupsi kemarin juga ikut terbawa dan menciptakan bunyi gemuruh.
Kondisi tersebut sempat membuat warga sekitar kembali waswas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menuturkan letusan sekunder tidak sama dengan erupsi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno mengatakan, dari hasil pantauan petugas di lapangan, tidak ada letusan di kawah utama Gunung Semeru pada Jumat (21/11) sore atau saat hujan.
"Kalau yang dimaksud letusan dari kawah utama (Gunung Semeru), pantauan teman-teman di lapangan itu nggak ada letusan," tutur Satrio ketika dikonfirmasi awak media pada Jumat (21/11).
Satrio menjelaskan, terjadi pertemuan antara endapan lahar panas dengan air hujan yang mengguyur. Hal tersebut memunculkan kepulan asap besar seperti awan panas guguran (APG).
Reaksi antara air dingin dan panas sisa material vulkanik itu juga memicu suara gemuruh mirip letusan Gunung Semeru, yang terdengar bersamaan dengan aliran lahar.
"Itu kayak berbenturan gitu. Jadi ngepul, ada suara letusan tetapi bukan di kawah, letusannya di aliran. Kayak pertemuan antara lahar dingin yang baru turun dengan lahar yang kemarin, begitu," imbuh Satrio.
Kepulan asap itu menimbulkan abu vulkanik tebal yang membuat akses Jembatan Gladak Perak kembali ditutup sementara, karena khawatir berbahaya dan mengganggu jarak pandang pengendara.
"Nah, meletusnya itu mungkin ada rongga-rongga di aliran sungainya itu yang ada rongga-rongganya, jadi kayak meletup gitu (letusan sekunder). Kalau dari kawah utamanya nggak ada ini," tandas Satrio.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022