
Lift kaca di Pantai Kelingking Bali. (Radar Bali)
JawaPos.com - Gubernur Bali Wayan Koster resmi menghentikan proyek lift kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, karena berbagai pelanggaran yang ada pada proyek tersebut. Ia memberi tenggat enam bulan bagi investor untuk membongkar seluruh bangunan, disusul tiga bulan masa pemulihan ruang.
Keputusan ini diumumkan pada Minggu (23/11) sebagai langkah tegas pemerintah atas kontroversi pembangunan yang dinilai melanggar aturan tata ruang.
Instruksi penghentian proyek lift kaca di Pantai Kelingking itu ditujukan kepada PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group sebagai pelaksana proyek. Seluruh aktivitas pembangunan diwajibkan berhenti total, dan pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh pihak investor tanpa pengecualian.
Keputusan ini menandai babak baru polemik investasi di salah satu destinasi wisata ikonik Bali tersebut, setelah berbulan-bulan menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan mengenai keberlanjutan lingkungan dan kewenangan perizinan.
Reaksi dan Konfirmasi
Dikutip dari Radar Bali, Senin (24/11), pihak PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group belum memberikan pernyataan resmi.
Direktur PT Bina Nusa Properti, I Komang Suantara selaku pihak yang mewakili perusahaan, juga belum dapat dihubungi karena nomor telepon dan WhatsApp tidak aktif.
Adapun pernyataan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra sebelumnya menegaskan bahwa Pemkab mengikuti sepenuhnya keputusan Pemprov Bali.
“Kami memberikan rasa aman terhadap investor, masyarakat dan pemerintah secara regulasi aman,” tandasnya.
Sebelumnya, polemik proyek ini makin memanas setelah Koster, Bupati Klungkung I Made Satria, dan Ketua Pansus TRAP I Made Supartha menyatakan bahwa penyelenggara proyek merupakan perusahaan bodong.
Izin yang dikantongi hanya untuk bangunan loket tiket, bukan pembangunan lift kaca. Pelanggaran yang ditemukan terutama terkait tata ruang berdasarkan Perda Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2020.
Koster menegaskan pembangunan lift kaca dilakukan tanpa rekomendasi dari Pemprov Bali maupun izin dari kementerian kelautan. Ia menolak anggapan pemerintah kecolongan dan menyebut sistem OSS (Online Single Submission) yang tidak diverifikasi daerah menjadi celah pelaksanaan proyek tanpa kontrol.
Rincian Pelanggaran yang Diungkap Koster
Investor disebut melakukan lima pelanggaran besar, di antaranya:
Bangunan lift kaca dan jembatan penghubung berdiri di kawasan sempadan jurang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022