
Siswa SD Negeri Supiturang 2, Lumajang tampak antusias mengikuti kegiatan belajar, meski dengan pakaian seadanya. (Radar Jember)
JawaPos.com - SD Negeri Supiturang 2 di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, menjadi satu-satunya sekolah yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) lalu.
Sebanyak 94 siswa terpaksa mengungsi dan tidak bisa sekolah seperti hari-hari biasa, lantaran bangunan SD Negeri Supiturang 2 hancur lebur. Semua lenyap tertimbun material vulkanik.
Setelah kurang lebih 5 hari di pengungsian, puluhan siswa SD Negeri Supiturang 2 kembali bersekolah. Bukan di sekolah lamanya, tetapi di sekolah sementara, bergabung dengan SD Negeri Supiturang 1.
Meski belajar dengan peralatan seadanya, senyum semringah terlihat jelas di raut wajah mereka.
Di tengah bencana, mereka tetap semangat menuntut ilmu dengan seragam merah putih, lengkap dengan tas dan buku-buku.
Namun tak sedikit yang datang tanpa seragam dan hanya memakai pakaian seadanya, seperti kaos oblong dan sandal jepit. Kondisi ini dimaklumi karena seragam mereka hilang dan tak sempat diselamatkan.
"Alhamdulillah mereka masih antusias, meskipun seragam tidak ada sehingga pakai kaos, alat tulisnya juga terbatas," tutur Guru SD Negeri Supiturang 2, Haryono, dikutip dari Radar Jember (Jawa Pos Group), Selasa (25/11).
Ruang kelas di SD Negeri Supiturang 1 juga masih mencukupi untuk menampung siswa SD Negeri Supiturang 2.
“Untuk sementara karena ruangan kelas (SD Negeri Supiturang 1) masih mencukupi, siswa-siswinya digabung di ruangan. Hanya saja dikelompokkan berdasarkan tingkatatan kelasnya,” imbuhnya.
Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.
Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut.
Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.
BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro.
Hingga Senin malam (24/11), jumlah warga yang mengungsi adalah 418 jiwa, dengan 3 jiwa mengalami luka bakar.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
