
Para pengusaha fesyen di gresik bersama stake holder terkain untuk memajukan brand lokal. (Nugroho/JawaPos)
JawaPos.com - Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti mengumpulkan pelaku fesyen di Kota Pudak alias Gresik. Mereka didorong mengembangkan brand lokal untuk mendominasi pasar di tengah larangan thrifting.
Seperti diketahui, usaha toko thrifting sudah menjamur di kota Gresik dalam beberapa tahun terakhir.
"Karena di Kabupaten Gresik sendiri mempunyai Kriya yang tidak kalah dengan kriya-kriya luar negeri. Seperti Tenun Wedani, Batik Naga Giri, dan kriya-kriya yang lain. Bahkan Pemkab Gresik mewajibkan para ASN untuk memakai Batik di setiap hari Kamis," ucap Nila.
Tidak hanya brand lokal, politisi PDIP itu juga mendorong konvensi mengembangkan usahanya. Di mana perlu menyesuaikan pasar. “Misalnya produk baju yang disukai anak muda. Ada yang dikemas dengan dipadukan dengan budaya. Ini jadi momen penting ketika thrifting dilarang,” ujarnya saat membuka Workshop Branding sub sektor Fesyen di GNI Minggu (30/11).
Ia menjelaskan salah satunya yang perlu diketahui pelaku fesyen adalah "stylish", yakni kemampuan menciptakan gaya personal yang menarik, harmonis, dan unik dengan memadukan pakaian, aksesori, dan elemen lainnya secara kreatif.
Nila menyebut bahwa kegiatan tersebut untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha. Di mana strategi pemasaran, identitas budaya, dan digitalisasi diperkuat.
“Di Gresik sudah ada contohnya yang punya brand sampai internasional. Harus punya brand ciri khas dan kualitas,” imbuhnya.
Dirinya berharap pelaku fesyen dan desainer agar aktif berkegiatan. Yakni dengan menghidupkan karya-karya desainer lokal dan para pelaku ekonomi kreatif kabupaten Gresik.
"Karena barang-barang thrifting ini kan sebetulnya backgroundnya bukan kultur kita. Nah, kita dengan kultur Jawa yang mempunyai identitas tersendiri di sini, menurut saya harus diperkuat," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Amir Hamzah mengatakan bahwa pihaknya berupaya mencari talenta-talenta baru pelaku ekonomi kreatif.
"Untuk mencari talenta-talenta baru, kami mengikutsertakan para pelaku ekonomi kreatif di Gresik untuk mengenalkan, selain desain 'fesyen'-nya, kami coba dari teknologinya," ujarnya.
Dengan pemanfaatan teknologi, kata dia, akan menambah nilai suatu produk sehingga bertambah juga nilai yang akan didapatkan para pelaku ekonomi kreatif.
"Bagi pelaku ekonomi kreatif, kuncinya untuk bersaing harus berani bekerja keras, 'sustainable', terus-menerus, dan yang pasti harus kreatif," pungkasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
