
Kondisi pascabencana di Nagari Salareh Aia timur, Kabupaten Agam, Sumbar. (BNPB)
JawaPos.com - Situasi di Kabupaten Agam masih belum membaik setelah rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejak 19 November 2025. Hingga Minggu (30/11) malam, tercatat 120 warga meninggal dunia, 74 orang masih hilang, dan lebih dari 6.300 jiwa terpaksa mengungsi ke berbagai lokasi aman.
Angka korban dan skala kerusakan menunjukkan betapa parah dampak yang ditinggalkan banjir bandang, longsor, dan galodo di wilayah ini.
Pendataan awal dari Posko Tanggap Darurat yang dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Grup) mengungkap rusaknya ratusan rumah warga dan puluhan fasilitas umum. Total ada 83 rumah rusak berat, 50 rusak sedang, dan 704 rusak ringan. Bencana juga melumpuhkan berbagai infrastruktur vital yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Laporan sementara memperlihatkan kerusakan masif pada:
8 jembatan
2.801 meter jalan
6.780 meter jaringan Pamsimas
11 titik irigasi
7,5 hektare kolam perikanan
Sektor pendidikan ikut terpukul dengan 88 sekolah rusak, terdiri dari 18 TK/PAUD, 55 SD, dan 15 SMP. Kerusakan terparah berada di Kecamatan Palembayan, Tanjungraya, Malalak, dan Baso, wilayah yang berada di jalur limpasan material besar serta diguyur hujan dengan intensitas ekstrem.
Sementara itu, estimasi kerugian sementara mencapai Rp 59,82 miliar, dengan rincian:
Infrastruktur jalan dan jembatan: Rp 24,23 miliar
Rumah warga: Rp 18,77 miliar
Sektor pertanian, irigasi, peternakan: Rp 12,31 miliar
Kerusakan sekolah: Rp 3,08 miliar
Sektor perikanan: Rp 1,41 miliar
Pemkab Agam menegaskan angka ini masih bersifat sementara karena sejumlah wilayah terdampak sebelumnya tidak dapat dijangkau.
Upaya pencarian terhadap puluhan korban hilang masih dilakukan oleh tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. Di sisi lain, pembukaan jalur yang tertimbun longsor menjadi fokus utama untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang terisolasi seperti Palembayan, Tanjungraya, dan Malalak.
Di Kecamatan Tanjungraya, akses menuju Tanjungsani akhirnya mulai terbuka sejak Senin (1/12) melalui jalur Muko-muko. Jalur tersebut sebelumnya tertutup total akibat material longsor yang menimbun badan jalan. Namun beberapa jorong seperti Bancah, Maninjau, Sungaibatang, dan Kukuban masih sulit ditembus.
Dengan terbukanya satu jalur utama, bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan mulai mengalir lebih cepat. Untuk wilayah yang masih terisolasi total, distribusi dilakukan dengan sistem estafet hingga menggunakan perahu.
Di kabupaten tetangga, Padangpariaman, banjir bandang dan longsor memicu krisis air bersih yang menyulitkan ribuan keluarga. Sekitar 70 persen jaringan perpipaan Perumda Air Minum Tirta Anai rusak parah sehingga suplai air bersih belum dapat mengalir ke rumah warga.
Bupati Padangpariaman, John Kenedi Azis, mengatakan kerusakan kategori berat membuat pemulihan tidak bisa dilakukan seketika. Tim PDAM terus bekerja memulihkan jalur sementara sambil menunggu akses menuju titik kerusakan besar benar-benar terbuka.
Di tengah upaya memulihkan layanan air bersih, dua nagari juga masih mengalami pemadaman total karena jaringan listrik putus terseret banjir dan longsor. Proses perbaikannya terkendala medan ekstrem dan akses yang belum pulih.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
