Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus pengeroyokan guru oleh murid di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, tengah menjadi sorotan publik. Setelah videonya viral, kini muncul pengakuan dari salah satu siswa yang terlibat, M Lutfi P.
Lutfi membeberkan kronologi pengeroyokan versi siswa yang dipicu oleh kesalahpahaman di dalam kelas hingga berujung pada tindakan fisik.
Bermula dari Teriakan "Woi" dan Panggilan "Prince"
Lutfi menceritakan, kejadian bermula saat suasana kelas sedang gaduh menjelang jam pelajaran berakhir. Lutfi mengaku berteriak meminta teman-temannya diam, namun di saat bersamaan, sang guru Agus Saputra, sedang melintas di depan kelas.
Agus yang merasa tersinggung langsung masuk ke kelas dan menanyakan siapa yang berteriak.
"Saya tidak tahu bahwa beliau ada lewat depan kelas itu. Tiba-tiba beliau langsung masuk ke dalam kelas tanpa permisi ke guru yang ada di dalam, langsung nanya, 'Siapa yang bilang woi?' Terus saya jawab, 'Saya, Prince,' kayak gitu. Terus spontan saya ke depan langsung ditampar," ungkap Lutfi.
Uniknya, panggilan "Prince" ternyata merupakan permintaan sang guru sendiri. Menurut Lutfi, Agus tidak ingin disapa dengan panggilan formal.
"Kalau dipanggil 'Bapak' marah dia. Enggak mau dipanggil Bapak, maunya dipanggil Prince," tambahnya.
Pemicu Pengeroyokan: Dugaan Penghinaan Orang Tua
Situasi semakin memanas ketika para siswa menuntut permintaan maaf dari Agus Saputra. Hal ini didasari atas dugaan penghinaan yang dilakukan sang guru terhadap orang tua salah satu murid.
Meski sudah dimediasi oleh guru lain dan pihak Komite sekolah, ketegangan justru memuncak di area kantor sekolah. Lutfi menyebut sikap sang guru yang seolah mengejek siswa menjadi pemantik amarah massa.
"Beliau (diminta) minta maaf, tetapi beliau tidak mau. Dibantu oleh guru yang lain untuk ngomong ke beliau bahwa kami mau beliau minta maaf, disuruh ke depan dia. Pas dia mau pidato di depan itu, yang dibahasnya lain, bukan yang tentang untuk minta maaf itu," jelas Lutfi.
Detik-detik Adu Jotos di Kantor Sekolah
Lutfi menceritakan bahwa saat dibawa ke ruangan oleh pihak Komite, sang guru justru menunjukkan gestur yang memancing emosi para siswa yang berkumpul.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
