
Ilustrasi antrean penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk menuju ke arah Jawa. (Istimewa).
JawaPos.com - Lonjakan arus mudik dari Bali ke Jawa kian memuncak. Pada H-4 Lebaran 2026, sebanyak 25.105 kendaraan tercatat menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk, mempertegas tingginya tekanan arus kendaraan menjelang penutupan lintasan saat Hari Raya Nyepi.
Peningkatan volume kendaraan ini terjadi seiring upaya masyarakat untuk menyeberang lebih awal sebelum layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang dihentikan sementara pada 18–20 Maret 2026. Kondisi tersebut sempat memicu antrean panjang di jalur menuju pelabuhan.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pun mengambil langkah cepat dengan mengerahkan kapal perbantuan KMP Prima Nusantara untuk memperkuat kapasitas layanan di lintasan tersibuk tersebut. Kapal milik PT Jembatan Nusantara ini kini telah aktif beroperasi guna mempercepat bongkar muat kendaraan.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengatakan pengerahan kapal tambahan menjadi strategi kunci dalam menekan waktu tunggu pengguna jasa.
“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan. Kami juga mengoptimalkan pola operasi kapal agar antrean dapat ditekan,” ujarnya.
Baca Juga:Malaysia Putus Hubungan Dagang dengan AS, Jadi Negara Pertama Tinggalkan Perjanjian Tarif Trump
Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 17 Maret 2026, total trip kapal mencapai 243 perjalanan dengan jumlah penumpang sebanyak 74.263 orang. Dari sisi kendaraan, sepeda motor mendominasi dengan 16.909 unit atau naik 7,2 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, kendaraan roda empat tercatat sebanyak 6.016 unit, truk 1.586 unit, dan bus 594 unit. Secara keseluruhan, tren kenaikan kendaraan menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik tahun ini.
Jika dibandingkan H-5, jumlah kendaraan yang menyeberang pada H-4 mengalami peningkatan. Pada H-5 tercatat 23.025 unit kendaraan menyeberang, sedangkan H-4 melonjak menjadi lebih dari 25 ribu unit, menandakan arus mudik semakin padat mendekati hari penutupan.
Sementara pantauan di lapangan pada Rabu (18/3) pagi menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi, dengan panjang mencapai sekitar 11 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk hingga wilayah Desa Melaya. Meski demikian, kondisi ini mulai menunjukkan perbaikan seiring peningkatan kapasitas layanan.
Pemerintah bersama ASDP dan Korlantas Polri terus melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari penambahan armada hingga 35 kapal, optimalisasi buffer zone, hingga penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) untuk mempercepat perputaran kapal.
Selain itu, pembatasan operasional angkutan barang juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan menuju pelabuhan, terutama untuk mengurangi kepadatan di jalur utama.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, jumlah kendaraan yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa mencapai 122.892 unit, sementara total penumpang mencapai 383.398 orang. Angka ini menunjukkan arus mudik tetap tinggi meski di tengah berbagai rekayasa operasional.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arif Eko, menegaskan bahwa pengaturan operasional dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi di lapangan.
“Kami terus menyesuaikan pola sandar dan bongkar muat agar lebih efisien, sehingga antrean kendaraan dapat berkurang secara bertahap,” katanya.
