
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pondasi Ekonomi Warga Sekitar Sungai Musi Lewat Program Belida Musi Lestari. (dok. Pertamin Patra Niaga)
JawaPos.com – Ikan Belida merupakan salah satu satwa endemik yang ada di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Maraknya praktik penangkapan yang tak terkendali membuat Ikan Belida terancam punah dan memicu degradasi ekosistem serius di sekitar sungai.
PT Pertamina Patra Niaga mengambil peran strategis melalui implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam merespons kondisi tersebut. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun mengatakan, sejak 2022, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju menginisiasi program TJSL Belida Musi Lestari.
"Sungai Musi bukan hanya ikon Provinsi Sumatera Selatan, tapi juga menjadi urat nadi kehidupan, jejak sejarah dan identitas budaya masyarakat disana. Termasuk Ikan Belida yang sudah ratusan tahun menjadi bagian jati diri warga Sumsel, sehingga dijadikan bakan baku utama kuliner pempek yang otentik," ujar Roberth, dalam keterangannya, Senin (13/4).
Kerusakan ekosistem membuat masyarakat bantaran sungai, terutama nelayan dan pembudidaya, terjebak dalam kerentanan ekonomi. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) cukup memprihatinkan, hanya 95,53.
Kondisi ini tergambar jelas di Kampung Perikanan Sungai Gerong yang sempat mengalami fenomena “gulung waring”, yakni kegagalan usaha perikanan akibat tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Roberth menjelaskan, Program Belida Musi Lestari dijalankan melalui pendekatan yang holistik, yakni model ekosistem perikanan berdikari. Upaya tersebut mencakup lima pilar, yaitu berdikari benih untuk memastikan ketersediaan benih ikan secara mandiri.
Lalu berdikari proses yang menekankan pada tata kelola budidaya yang efisien. Ketiga berdikari pakan, yang mengimplementasikan inovasi pengolahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.
Setelah itu berdikari produk yang merupakan hilirisasi perikanan menjadi produk bernilai tambah. Terakhir berdikari pengetahuan yang fokus pada transfer ilmu pengetahuan sebagai pondasi dan upaya keberlanjutan.
Menurut Roberth, penerapan lima pilar ini berhasil menciptakan konsep “sustainable fisheries, empowering community”.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022