
Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, pada Jumat (8/5). Puluhan pendaki terjebak dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia serta luka-luka. (BPBD Halmahera Utara)
JawaPos.com–Berdasar informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ketinggian erupsi Gunung Dukono pada pukul 07.41 WIT pagi tadi (8/5) mencapai 10 ribu meter atau setara 10 kilometer.
Saat erupsi itu terjadi, puluhan pendaki sedang naik gunung tersebut. Akibatnya mereka terjebak. Beberapa dilaporkan meninggal dunia dan luka-luka.
”Hasil pengamatan menunjukkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10 ribu meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik,” terang Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Laporan petugas dari lokasi kejadian menyebutkan bahwa dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya. Sampai saat ini BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara dan unsur terkait masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kondisi masyarakat maupun pendaki di sekitar kawasan terdampak.
Abdul Muhari juga menyampaikan bahwa, langkah penanganan darurat sudah dilakukan. BPBD Kabupaten Halmahera Utara mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pos Pantau Gunung Dukono, potensi SAR, tenaga medis, TNI, Polri serta masyarakat setempat.
”Pada Jumat (8/5) menjelang siang, Tim SAR Gabungan juga terus melaksanakan penyisiran di kawasan Gunung Dukono guna mengevakuasi sejumlah pendaki yang mengalami situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik,” ujar Abdul Muhari.
Baca Juga: Terjebak Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, 2 Pendaki Singapura dan 1 WNI Dilaporkan Meninggal
Diberitakan sebelumnya, Kantor SAR Ternate telah menurunkan tim evakuasi ke Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Tim langsung dikerahkan setelah mereka menerima sinyal darurat dari koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E. Berdasar informasi awal, ada puluhan pendaki tersesat di tengah erupsi gunung tersebut.
Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani menyampaikan, sinyal darurat itu sudah dikonfirmasi kepala desa setempat. Ada puluhan pendaki saat Gunung Dukono erupsi. Tidak hanya itu, kepala desa tersebut melaporkan bahwa beberapa korban sudah dievakuasi dalam keadaan luka-luka akibat terimbas erupsi gunung berapi tersebut.
”Terdapat sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat terdampak aktivitas erupsi Gunung Dukono,” terang Iwan Ramdani.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
