
Ilustrasi penembakan. (doc.Pixabay/Antara)
JawaPos.com Peristiwa di Panhead Cafe, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada Sabtu dini hari (16/5) menyebabkan seorang prajurit TNI AD berinisial Pratu FAA meninggal dunia. Personel Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Pelembang itu tewas dengan luka tembak bersarang pada bagian perut sebelah kanan.
Berdasar informasi yang diterima oleh awak media, pelaku penembakan juga seorang tentara. Korban dan pelaku yang berada dalam satu tempat terlibat selisih paham setelah bersenggolan saat berjoget. Kejadian itu langsung memantik keributan hingga perkelahian. Pelaku yang sempat dikeroyok oleh korban dan rekan-rekan korban lantas mengeluarkan senjata api dan meletuskan tembakan.
Akibatnya korban tertembak pada bagian perut sebelah kanan. Dari rekaman CCTV di lokasi kejadian, korban langsung tergeletak setelah terkena tembakan. Meski sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, nyawanya tidak tertolong. Sekitar pukul 03.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia.
Peristiwa tersebut langsung mendapat atensi dari TNI AD. Lewat Kodam II/Sriwijaya, Angkatan Darat menyatakan bakal mengusut tuntas peristiwa tersebut. Penanganan kasusnya dipastikan akan berjalan serius, profesional, dan transparan. Kapendam II/Sriwijaya Letkol Infanteri Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya sebagai pimpinan TNI AD di Sumsel sudah memberi perhatian penuh.
”Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya untuk segera menangani (kasus) di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” kata dia kepada awak media.
Letkol Yordania memastikan, saat ini Denpom 2/IV Palembang tengah melakukan serangkaian proses penyelidikan. Mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti, sampai koordinasi dengan pihak kepolisian dari Polda Sumsel untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.
”Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pangdam II/Sriwijaya sudah menginstruksikan seluruh komandan satuan TNI AD di Sumsel untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian internal di satuan masing-masing. Dia tidak ingin peristiwa yang sama terulang lagi.
Atas meninggalnya Pratu FAA, seluruh jajaran Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita mendalam. Mereka meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan yang dilaksanakan secara resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
