
Sugianto, 65 Tahun, Petani Karet yang tinggal di Kawasan Transmigrasi, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (Istimewa)
Kalimat itu meluncur dari bibir Sugianto, 64 tahun, warga transmigrasi yang puluhan tahun berjuang menjadi petani karet di Kalimantan Timur. Jika dulu Ia diberi perhatian pemerintah saat datang dari Pulau Jawa, kini perhatian itu perlahan ditinggalkan.
Dimas Choirul, Reporter JawaPos.com
_____
Cuaca masih terasa panas di kebun karet Desa Bunga Putih, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (23/5) sore itu.
Di tengah deretan pohon karet yang mengering, sejumlah petani tampak berkumpul. Di antaranya ada Sugianto, perwakilan petani karet dari kawasan Tanjung Santan.
Kening dan pipinya sudah keriput, tapi tatapannya masih tajam. Sesekali memamerkan kedua lengannya yang masih terlihat agak kekar.
Saat ditanyai mengenai kehidupan menjadi petani karet, jawabannya memanjang hingga empat dekade belakang: ketika ia pertama kali tiba di tanah transmigrasi.
Tahun 1985 menjadi titik awal kehidupan baru bagi Sugianto. Ia datang dari Sukoharjo, Jawa Tengah mengikuti program transmigrasi ke Kalimantan Timur—dulu saat pemerintahan orde baru, Presiden Soeharto.
Seperti keluarga lain saat itu, Sugianto menerima pembagian lahan tiga hektar yang menjadi tumpuan hidup untuk masa depan. Di mana, dua hektare untuk kebun plasma, tiga perempat hektare untuk lahan pangan, dan seperempat hektare untuk pekarangan. Setiap kepala keluarga, kata dia, memperoleh hak yang sama.
Namun, alih-alih lahan yang semula diproyeksikan untuk tanaman pangan ternyata tidak cocok ditanami. Maka, para transmigran mengambil keputusan sendiri dengan menanam karet lebih banyak agar lahan tetap hidup.
“Jadi semuanya tiga hektar. Namun karena di sini melihat atau mengingat lokasinya tidak bisa ditanam tanaman pangan, maka oleh petani sendiri itu ditanami karet juga,” kata Sugianto, sembari mengingat kepada wartawan, Sabtu (25/5).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022