
Anton Kurniawan, saat dilimpahkan penyidik Polda Kalteng ke Kejari Kota Palangka Raya. (Arief Prathama/Kalteng Pos)
JawaPos.com - Misteri kematian Anton Kurniawan, terpidana kasus penembakan sopir ekspedisi di Kabupaten Katingan, menjadi sorotan publik. Pria yang sebelumnya sempat diberitakan terkait upaya pelarian dari penjara itu dilaporkan meninggal dunia saat menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Minggu (31/5).
Jenazah Anton kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi. Proses tersebut dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kematian narapidana yang beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, Anton masih menjalani aktivitas seperti biasa sebelum ditemukan dalam kondisi kritis.
"Sore hari yang bersangkutan masih melakukan aktivitas di kamar sel seperti mandi dan makan sore dengan pengawasan petugas," ujar Putu saat dikonfirmasi, seperti dilansir dari Kalteng Pos (Grup Jawa Pos), Minggu (31/5).
Menurut dia, sekitar pukul 20.35 WIB petugas blok melakukan kontrol rutin dan memanggil Anton dari luar kamar sel. Namun, tidak ada respons dari narapidana tersebut.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama perwira piket dan komandan jaga. Saat ditemukan, Anton masih dalam keadaan bernapas meski kondisinya sudah sangat lemah.
"Beberapa saat kemudian sudah tidak bernapas lagi," katanya.
Berdasarkan laporan awal, Anton ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan kepala menghadap ke lantai di dalam kamar selnya. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan evakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Pihak RS Bhayangkara Palangka Raya hingga kini masih melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penjelasan resmi kepada publik.
Selain menunggu hasil autopsi, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah juga membentuk tim investigasi internal untuk menelusuri rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Anton meninggal dunia.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
