Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 19.54 WIB

Pemadaman Bergilir di Pasuruan dan Probolinggo Mengganggu Kelangsungan Operasional Bisnis Lokal

ARUS UTAMA: Petugas PLN sedang mengecek instalasi kelistrikan di Jalan Jokotole Kecamatan Pademawu, Minggu (14/6). (M. KHOLIL RAMLI/Jawa Pos Radar Madura) - Image

ARUS UTAMA: Petugas PLN sedang mengecek instalasi kelistrikan di Jalan Jokotole Kecamatan Pademawu, Minggu (14/6). (M. KHOLIL RAMLI/Jawa Pos Radar Madura)

JawaPos.com - Masyarakat Pasuruan dan Probolinggo harus lebih bersabar. Karena, akan ada pemadaman listrik bergilir dan bakal sering terjadi. Pemadaman ini tentu saja meresahkan pengusaha, terutama yang memerlukan listrik untuk produksi. 

Di Pasuruan dan Probolinggo beberapa hari ini, pemadaman listrik ini sudah mulai dirasakan para pelaku usaha. Dari sentra industri rumahan hingga pelaku usaha daring, pemadaman listrik berdampak langsung pada proses produksi dan pelayanan kepada konsumen.

Salah satu yang terdampak adalah sentra industri keset di Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari. Di desa yang dikenal sebagai sentra produksi keset tersebut, aktivitas usaha sempat berhenti total saat listrik padam dalam waktu cukup lama beberapa hari lalu.

Rini Setya, salah satu pengusaha keset di Karangrejo mengatakan, hampir semua proses produksi bergantung pada mesin jahit listrik. "Kalau listrik padam ya produksi berhenti total," katanya.

Sebagian mesin bahkan butuh waktu untuk dipanaskan ulang. Begitu listrik kembali menyala, produksi tidak bisa langsung jalan. "Jadi ketika listrik nyala kembali, tidak bisa langsung digunakan," ujarnya.

Keluhan serupa juga dirasakan warga Purwosari yang menjalankan usaha berbasis daring. Ely, ibu rumah tangga yang aktif berjualan melalui marketplace mengaku aktivitas usahanya ikut terganggu saat listrik padam.

PLN memang sudah memberi pemberitahuan sehari sebelumnya. Tapi, durasi pemadaman sekitar tiga jam tetap memukul operasionalnya. Printer untuk mencetak resi tidak bisa menyala. Pengemasan dan pengiriman pesanan pelanggan ikut tertunda.

“Kami memang sudah dapat pemberitahuan sebelumnya. Tapi karena listrik padam cukup lama, sekitar tiga jam, aktivitas jualan ikut terganggu,” tuturnya.

Di wilayah Bangil, dampaknya tidak jauh berbeda. Bahroji, perajin kopiah di Bangil, mengatakan mesin yang berhenti mendadak membuat pengerjaan pesanan ikut mundur. “Kalau mesin berhenti mendadak, pekerjaan otomatis tertunda. Produksi jadi molor dan penyelesaian pesanan ikut mundur,” ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore