
BPBD Kabupaten Banyumas mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke masyarakat di daerah terdampak kekeringan, di Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas, pada Minggu (28/6). (BPBD Kabupaten Banyumas)
JawaPos.com - Kekeringan melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat siap siaga atas kondisi darurat tersebut. Ikhtiar lain seperti penyaluran bantuan air bersih terus dilakukan.
”Upaya penanganan darurat kekeringan akibat dampak musim kemarau terpantau masih terus dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah pada Minggu (28/6), di antaranya adalah Kabupaten Banyumas, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada Senin (29/6).
Secara terperinci, Abdul Muhari menyampaikan bahwa di Kabupaten Banyumas, BPBD mendistribusikan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada masyarakat di daerah terdampak kekeringan. Yakni masyarakat Desa Taman Sari, Kecamatan Karanglewas. Air bersih tersebut kemudian ditampung dalam toren berkapasitas 4.000 liter dan ember-ember.
Kemudian di Kabupaten Boyolali, petugas dari BPBD Boyolali mendistribusikan air bersih sebanyak 10.000 liter kepada masyarakat di lokasi terdampak kekeringan yang tinggal di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran, Kecamatan Selo.
”Kekeringan di Boyolali sebelumnya dilaporkan terjadi sejak awal Juni 2026, dengan masyarakat terdampak sedikitnya 42 kepala keluarga atau sejumlah 125 jiwa,” kata dia.
Selanjutnya, Abdul Muhari menyatakan bahwa petugas BPBD Klaten kembali mendistribusikan air bersih sebanyak 60.000 liter atau setara 12 tangki mobil air bersih. Puluhan ribu liter air bersih itu dibagikan kepada 301 kepala keluarga atau setara 1.142 jiwa di Desa Sidorejo.
Secara keseluruhan, tercatat total bantuan air bersih yang sudah disalurkan oleh BPBD Kabupaten Klaten kepada masyarakat terdampak kekeringan mencapai 169 tangki atau 845.000 liter. Manfaat air bersih itu dirasakan langsung oleh 2.970 kepala keluarga atau setara dengan 9.871 jiwa di 4 desa.
”Rincian desa yang telah disalurkan (air bersih) adalah Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo,” imbuhnya.
Atas kondisi darurat kekeringan itu, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Abdul Muhari meminta masyarakat menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kekeringan.
”Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat langkah mitigasi melalui pemantauan wilayah rawan, kesiapsiagaan sumber daya, serta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan,” pintanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
