
Tangkapan layar video viral seekor hewan langla tapir di Jalan Lintas Timur (Jalinsum) Sumatera. (Istimewa)
JawaPos.com - Aparat penegak hukum bergerak cepat menindaklanjuti kasus pembantaian satwa liar yang dilindungi di Provinsi Lampung. Satreskrim Polres Mesuji berhasil meringkus empat orang warga yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengejaran, penombakan, hingga penyembelihan seekor tapir di kawasan Hutan Register 45, Kecamatan Mesuji Timur.
Aksi penangkapan ini didasari oleh laporan polisi bernomor LP/A/08/VII/2026/SPKT/RES MESUJI/POLDA LAMPUNG yang diterbitkan pada Kamis, 2 Juli 2026. Para pelaku kini terancam hukuman berat akibat melanggar regulasi pelestarian lingkungan yang berlaku di Indonesia.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Kamis (2/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Seekor tapir dewasa awalnya terlihat oleh seorang warga bernama Sugi saat satwa tersebut sedang berjalan di tepi Jalan Lintas Timur (Jalinsum) Sumatera.
Dalam video beredar, tapir tersebut sempat berhenti duduk di tengah jalan. Diduga terkejut tiba-tiba dihampiri banyak warga, mamalia ini langsung berlari menyelamatkan diri ke dalam kawasan Hutan Register 45. Sayangnya, pelarian satwa langka tersebut justru berujung petaka.
Sesampainya di dalam kawasan hutan, sejumlah warga lokal justru mengejar tapir tersebut. Hewan malang itu kemudian ditombak hingga lemas, disembelih, dan dagingnya dipotong-potong untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Dalam video yang lain, terlihat para pelaku telah menyembelih hewan berbadan besar itu. Sebagian tubuhnya pun dibagikan kepada warga.
Polisi Amankan 4 Pelaku dan Barang Bukti
Mendapat laporan dari masyarakat yang resah, Kasat Reskrim Polres Mesuji bersama Tim Tekab 308 langsung melakukan investigasi ke lapangan. Hasilnya, pada malam harinya pukul 22.55 WIB, petugas menciduk empat terduga pelaku di beberapa lokasi terpisah.
Keempat pria yang kini berstatus tersangka tersebut adalah KS, 50, WS, 30, TS, 45, dan MPY, 43. Seluruhnya diketahui merupakan warga yang berdomisili di kawasan Register 45, Kecamatan Mesuji Timur.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menemukan bahwa para pelaku memiliki peran yang terorganisir dalam mengeksekusi satwa tersebut. Ada yang bertugas mengejar, menombak, menyembelih, hingga menyediakan senjata tajam berupa golok.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
