
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memaparkan hasil kerja selama 6 bulan belakangan. Pada semester pertama 2026, mereka melakukan sejumlah penindakan terhadap OPM. (Kogabwilhan III)
JawaPos.com - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III tidak ragu-ragu bertindak tegas terhadap anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berulah di Papua. Namun, mereka juga membuka diri kepada setiap anggota kelompok bersenjata yang ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Dalam 6 bulan terakhir, 59 anggota OPM bersumpah setia kepada NKRI.
”Dengan pendekatan harmonis yang menitikberatkan pada pembangunan daerah serta masyarakat, Alhamdulillah, Puji Tuhan, 59 anggota OPM aktif akhirnya memilih kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi,” ucap Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto dikutip pada Selasa (7/7).
Terhadap anggota OPM yang tidak berhenti menebar ancaman dan melakukan aksi kekerasan, Lucky menyatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas. Apalagi saat para prajurit berhadapan dalam situasi mendesak. Dia menekankan kembali prinsip salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, yang menjadi pedoman utama para prajurit.
”Tindakan tegas terukur yang kami lakukan diantaranya kepada Komandan Operasi Kepala Air Kodap Ilaga OPM Jeki Murib dan puluhan anggota OPM lainnya yang terkenal sadis,” kata dia.
Sebanyak 54 anggota OPM sudah ditindak tegas selama Januari-Juni 2026. Sebagian besar di antara mereka menjadi tersangka dalam tindak kejahatan kemanusiaan. Mulai dari perampokan, pembakaran rumah warga dan fasilitas umum, pemerkosaan, hingga pembunuhan.
Menurut Lucky, mereka acapkali menggunakan masyarakat sebagai tameng hidup saat berhadapan atau menyerang TNI. Hal serupa dilakukan saat mereka hendak ditangkap. Anggota OPM juga kerap menyerang dengan membabi buta, menembakkan senapan mesin hingga melukai prajurit. Karena itu, TNI harus mengambil tindakan tegas untuk melindungi diri dan masyarakat.
Atas kerja keras yang sudah dilakukan selama setengah tahun, jenderal bintang tiga TNI AD itu menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada semua prajurit. Juga kepada seluruh aparat, tenaga kesehatan, guru, tokoh agama, tokoh adat, relawan, serta masyarakat Papua yang terus berjuang menjaga kedamaian, persaudaraan, dan harapan di Tanah Papua.
”Pengabdian mereka menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun bukan hanya oleh kekuatan negara, tetapi juga oleh semangat gotong royong, persatuan, dan rasa cinta kepada sesama. Kami meyakini bahwa masa depan Papua akan semakin baik apabila seluruh elemen bangsa terus bergandengan tangan, menjaga persaudaraan, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, menghargai adat dan budaya, serta membuka ruang bagi pembangunan yang membawa manfaat,“ pungkasnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
