
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumbar, pada Selasa (14/7). (Polri)
JawaPos.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri turun tangan pasca ledakan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada Selasa (14/7). Pelaku berinisial R diduga merakit bom seorang diri sebelum beraksi di dalam kelas. Untuk melakukan pendalaman, polisi sudah mengamankan remaja berusia 17 tahun tersebut.
Juru Bicara (Jubir) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam ledakan itu. Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, pelaku diduga membuat bom rakitan seorang diri menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring. Bom dibuat di rumah pelaku tanpa sepengetahuan orang tua.
”Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” ucap Mayndra.
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu memastikan, pihaknya melakukan pendalaman terkait dengan kasus tersebut. Diantaranya dengan meminta keterangan dari para saksi. Dia menyebut, ledakan terjadi di dalam lingkungan sekolah yang berada di wilayah Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang.
Ledakan mengagetkan seisi sekolah sekitar pukul 11.30 WIB. Pasca ledakan tersebut, polisi langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan sejumlah benda mencurigakan. Diantaranya kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya yang ditemukan di lokasi kejadian.
Setelah tiba dan ditelusuri, petugas kepolisian melakukan penanganan awal terhadap R. Berdasar penyelidikan awal, dia diduga sebagai pelaku yang memiliki barang-barang tersebut. Menurut Mayndra, R berusaha membuat dan meledakan bom rakitan di dalam kelas dengan sasaran salah seorang di lingkungan sekolah tersebut.
”Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman,” ujarnya.
Ledakan serupa pernah terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Saat itu, salah seorang pelajar di SMA tersebut meledakan bom rakitan di dalam masjid. Akibatnya puluhan orang terluka. Termasuk diantaranya pelaku yang juga terimbas ledakan bom rakitan tersebut. Belakangan, polisi mengungkap bahwa saat ini memang marak grup dan komunitas yang menyasar pelajar di internet.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
