
Patung singa di Taman Dempo Malang simpan semangat Arema. (Istimewa)
JawaPos.com - Taman Dempo di Kota Malang bukan hanya menjadi ruang terbuka hijau yang menawarkan suasana nyaman bagi masyarakat. Di balik keindahan taman tersebut, berdiri dua patung singa yang menyimpan cerita panjang tentang sejarah, budaya, hingga identitas Kota Malang yang masih terasa kuat sampai sekarang.
Terletak di kawasan Jalan Dempo, tepat di dekat SMAK St. Albertus atau SMA Dempo, dua patung singa berwarna cokelat berdiri saling berhadapan. Kehadirannya bukan sekadar mempercantik taman, melainkan menjadi simbol yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah Malang.
Sebelum direvitalisasi, kawasan tersebut dikenal sebagai lahan yang minim daya tarik. Hanya terdapat pepohonan palem dan hamparan rumput yang membuat suasananya tampak sepi.
Kondisi itu berubah setelah Pemerintah Kota Malang meresmikan Taman Dempo pada 23 Desember 2017. Revitalisasi taman menghadirkan kolam air mancur bergaya Eropa, sembilan pot tanaman hias berukuran besar, serta dua patung singa sebagai ikon utama. Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Malang dengan SMAK Dempo beserta para alumninya melalui dukungan dana CSR.
Keberadaan patung singa dipilih bukan tanpa alasan. Singa telah lama menjadi bagian dari identitas Malang sejak era Kerajaan Singhasari yang berdiri pada abad ke-13. Nama Singhasari sendiri memiliki makna singa yang gagah dalam bahasa Sanskerta, sehingga simbol tersebut terus melekat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Malang.
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, lambang Kotapraja Malang juga menampilkan sepasang singa yang mengapit sebuah perisai. Simbol tersebut terinspirasi dari kebesaran Kerajaan Singhasari yang menjadi salah satu kerajaan penting dalam sejarah Nusantara.
Baca Juga:Jalani Debut Sensasional, Erick Thohir Puji Mitchell Baker usai Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja
Jejak simbol singa juga dapat ditemukan pada sejumlah peninggalan sejarah di Malang, seperti Candi Jago dan Candi Kidal. Hal itu semakin memperkuat hubungan antara ikon singa dengan warisan budaya daerah tersebut.
Di dunia sepak bola, simbol singa juga begitu lekat dengan Arema FC yang memiliki julukan Singo Edan. Julukan tersebut mencerminkan karakter masyarakat Malang yang dikenal berani, penuh semangat, dan memiliki solidaritas tinggi. Tak heran jika berbagai sudut kota menghadirkan patung singa sebagai bagian dari identitas daerah.
Patung singa di Taman Dempo merupakan hasil karya seniman lokal, Syaifudin Zuhri, pendiri Job Studio Group. Namanya dikenal luas karena telah menghasilkan berbagai karya monumental di sejumlah daerah di Indonesia.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
