Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Agustus 2026 | 19.17 WIB

Perluas Literasi, Pemkab Trenggalek Usul Kopdes Merah Putih Sediakan Pojok Baca Buat Warga

Ilustrasi bangunan Kopdes Merah Putih. (dok. JawaPos.com) - Image

Ilustrasi bangunan Kopdes Merah Putih. (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melihat keberadaan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat menjadi peluang baru untuk memperluas akses literasi masyarakat. Salah satunya memiliki pojok baca yang dapat dimanfaatkan warga saat beraktivitas di koperasi.

Dilansir Radar Trenggalek (Jawa Pos Group), Kabid Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disippus) Trenggalek, Ika Merin Setyarto mengatakan, konsep tersebut sejalan dengan semangat transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TBIS).

Menurut Ika, masyarakat yang datang berbelanja atau mengurus kebutuhan di koperasi dapat memanfaatkan waktu untuk membaca buku, sementara anak-anak yang ikut bersama orang tua dapat mengakses koleksi bacaan yang tersedia.

"Kalau di KDMP ada pojok baca, masyarakat bisa membaca sambil menunggu atau setelah berbelanja. Anak-anak juga bisa memanfaatkan buku-buku bacaan. Itu akan menjadi nilai tambah bagi literasi masyarakat," ungkapnya, dikutip Senin (3/8)

Disippus berharap konsep tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah desa dalam mengembangkan fungsi perpustakaan. Kehadiran perpustakaan tidak harus selalu berupa bangunan tersendiri, tetapi dapat diintegrasikan dengan fasilitas publik yang setiap hari dikunjungi masyarakat.

Selain itu, perpustakaan masa kini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca, meminjam, dan mengembalikan buku. Melalui konsep TPBIS, perpustakaan diharapkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kualitas hidup warga.

Perpustakaan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi bimbingan belajar, pelatihan komputer, kelas seni tari dan musik, hingga berbagai pelatihan keterampilan yang bersumber dari pengetahuan di dalam buku.

Bahkan di Disippus Trenggalek sendiri telah berjalan berbagai kegiatan belajar bagi anak-anak dengan melibatkan relawan dan komunitas sebagai tenaga pengajar.

"Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh dari buku dapat dipraktikkan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Itulah esensi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial," pungkasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore