
Tim SAR bersama TNI menangani gempa di NTT. (Antara)
JawaPos.com - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan fase tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat dituntaskan dalam waktu 2–3 pekan ke depan. Target tersebut disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam Update Penanganan Pascagempa Bumi NTT, Minggu (16/8).
Abdul Muhari yang akrab disapa Aam mengatakan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait terus memperkuat penanganan di wilayah terdampak.
“Tim gabungan dari pemerintah pusat, lintas kementerian/lembaga menargetkan fase tanggap darurat bisa kita selesaikan dalam 2–3 minggu ke depan,” kata Aam.
Meski telah menetapkan target waktu, Aam menegaskan pelaksanaannya tetap menyesuaikan situasi dan perkembangan di lapangan. Berbagai kondisi yang muncul selama proses penanganan dapat memengaruhi target tersebut.
“Tentu saja ini sangat tergantung dengan dinamika yang kita hadapi di lapangan. Tetapi hasil rapat koordinasi tadi pagi, di awal kita menetapkan target supaya tanggap darurat ini tidak terlalu lama dan kita bisa nanti langsung masuk ke fase transisi darurat,” ucapnya.
Saat ini, status tanggap darurat telah diterapkan di Kabupaten Manggarai selama 90 hari. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur masih memproses penetapan status tanggap darurat untuk periode 14 hari. Penetapan status tanggap darurat di tingkat Provinsi NTT juga masih dalam proses.
Dalam masa tanggap darurat, pemerintah tidak hanya memprioritaskan pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik. Pendataan terhadap dampak kerusakan akibat gempa juga mulai dilakukan untuk menjadi dasar penanganan pada tahap berikutnya.
“Kita harapkan di lapangan pemerintah daerah, dibantu oleh personel dari pemerintah pusat, juga sudah bisa melakukan pendataan dan identifikasi kerugian materiil, terutama berkaitan dengan rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat,” ujarnya.
Aam mengungkapkan, pendataan tingkat kerusakan rumah dan bangunan perlu dilakukan sejak awal. Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah dapat menyusun kebutuhan pemulihan secara lebih cepat dan terukur, termasuk ketika memasuki masa transisi menuju rekonstruksi.
“Ini sangat penting supaya proses early recovery nantinya bisa kita lakukan, kita percepat, dan kita akselerasi,” tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
