
Kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat di wilayah hulu Pegunungan Tanggamus sebagai bagian dari program konservasi sumber daya air. (Istimewa)
JawaPos.com – Yopanda (38) satu dari warga masyarakat yang beruntung mendapatkan pekerjaan yang tak jauh dari rumahnya menetap. Perjalanannya dari petani menjadi bagian dari industri modern adalah cerminan kecil dari semangat besar menggapai peluang yang terbuka bagi siapa saja untuk tumbuh dan mandiri.
Ia beruntung karena menjadi bagian dari karyawan Pabrik AQUA Tanggamus, di mana sekitar 90% di antaranya berasal dari masyarakat sekitar.
Sebelum mengenal dunia industri, keseharian Yopanda banyak dihabiskan dengan bertani dan bekerja serabutan — hidup yang penghasilannya sangat bergantung pada cuaca dan musim panen, jauh dari kata pasti. Ketika pembangunan Pabrik AQUA Tanggamus berlangsung, ia turut bekerja dalam proyek konstruksi dan bergabung bersama tim engineering.
Dari pengalaman itu ia mengenal lebih dekat dunia kerja industri yang penuh keteraturan — sesuatu yang jauh berbeda dari kehidupannya sebagai petani. Kini, Yopanda telah bekerja di Pabrik AQUA Tanggamus selama satu dekade sebagai supervisor.
Sejak mulai beroperasi pada April 2016, Pabrik AQUA Tanggamus berkomitmen untuk memprioritaskan masyarakat sekitar sebagai bagian dari tenaga kerjanya.
Alih-alih merekrut dari luar daerah, perusahaan memilih untuk membekali warga sekitar, yang sebelumnya banyak menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan pekerjaan informal, dengan pelatihan dan keterampilan yang dibutuhkan agar dapat berkarya di lingkungan industri.
Komposisi tersebut tidak tercipta secara instan. Pada tahun pertama operasional, perusahaan membuka berbagai pelatihan bagi warga sekitar yang sebagian besar sebelumnya berprofesi sebagai petani dan pekebun. Mereka diperkenalkan dengan dunia manufaktur, mulai dari dasar-dasar keselamatan kerja hingga keterampilan teknis di lini produksi.
“Bagi kami, membangun pabrik berarti juga membangun masyarakat di sekitarnya. Karena itu, sejak awal kami berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal, dan hari ini mayoritas karyawan kami adalah putra-putri daerah yang tumbuh bersama Pabrik AQUA Tanggamus,” ujar Teguh Santoso, Kepala Pabrik AQUA Tanggamus.
Kesempatan tersebut diberikan tanpa memandang latar belakang pendidikan maupun usia. Masyarakat yang telah berusia lebih matang tetap didampingi melalui berbagai pelatihan keterampilan teknis, seperti pengelasan (welding) dan kompetensi operasional lainnya — termasuk mereka yang sebelumnya belum pernah bekerja di sektor manufaktur.
Di wilayah hulu Pegunungan Tanggamus, perusahaan bersama masyarakat telah menanam lebih dari 11.000 pohon serta membangun sekitar 700 rorak atau lubang resapan air sejak 2016 hingga 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
