Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 19.24 WIB

Gempa Susulan Terus Terjadi, Guru dan Murid di NTT Belum Siap Lanjut Proses Belajar-Mengajar

Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/8). (Dok. BNPB) - Image

Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/8). (Dok. BNPB)

JawaPos.com - Banyak guru dan murid korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang secara psikologis belum siap kembali melanjutkan proses belajar mengajar. Gempa bumi susulan yang masih terus terjadi membuat para guru dan murid secara psikologis masih ketakutan.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat saat mengunjungi beberapa lokasi terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur
 
“Dari kunjungan tadi saya melihat secara psikologis baik guru, murid khususnya, tampaknya mereka secara psikologis belum siap, tadi saya tanya satu per satu," ujarnya kepada wartawan, Senin (24/8).

"Karena gempa masih terus berlangsung, jadi masih ada gempa-gempa susulan,” sambung Atip.
 
Ia menerangkan bahaa meskipun banyak murid maupun guru yang secara fisik terlihat sehat, trauma psikologis masih membayangi, sehingga banyak warga yang memilih tetap berada di luar rumah meski bangunan mereka masih layak huni.
 
"Nah, saya pesankan untuk menenangkan terlebih dahulu, begitu juga untuk para orang tua, dengan murid-murid yang saya temui tadi," pungkas Atip.

Dalam kunjungan itu, Atip juga menyertai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di lokasi.

Berdasarkan data dari Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, per 20 Agustus 2026, gempa bumi NTT berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan dengan sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat di 7 kabupaten yang meliputi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.

Dari 8.664 ruang kelas ter data, 5.521 rusak (63,7%), sementara 2.229 di antaranya rusak berat atau total. Kerusakan juga menimpa laboratorium, perpustakaan, sanitasi, dan rumah dinas guru.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore