Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2026 | 22.32 WIB

Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat Pasca Erupsi, BNPB Ajak Warga Keluar Area Berbahaya

Gunung Sinabung mengalami erupsi yang disertai dengan awan panas guguran sebanyak dua kali dengan jarak luncur maksimum 3.000 meter pada Kamis (11/3). Pos Pantau Gunung Sinabung/Antara - Image

Gunung Sinabung mengalami erupsi yang disertai dengan awan panas guguran sebanyak dua kali dengan jarak luncur maksimum 3.000 meter pada Kamis (11/3). Pos Pantau Gunung Sinabung/Antara

JawaPos.com - Sejak erupsi terjadi pada Senin (31/8), aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah (pemda) mengajak warga keluar dari area berbahaya untuk masuk zona aman.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk memastikan keselamatan masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan terdampak erupsi seperti hujan abu vulkanik. Oleh petugas, mereka diajak untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan, dari hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung mengalami peningkatan sehingga tingkat aktivitas dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

”Dampak aktivitas vulkanik saat ini dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung. Warga Desa Kuta Tengah untuk sementara telah diarahkan mengungsi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran,” terang dia pada Sabtu (5/9).

Berdasar data terakhir pada Jumat (4/9), tercatat 208 kepala keluarga atau 650 jiwa berada dalam pendataan sebagai pengungsi. Sementara, kurang lebih 405 jiwa masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

”Pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Berton menyampaikan bahwa abu vulkanik juga berdampak terhadap lahan pertanian masyarakat. Luasan dan tingkat kerusakan lahan masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Untuk mendukung keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga, BPBD Kabupaten Karo telah melakukan sejumlah langkah penanganan.

”Selain mengimbau masyarakat untuk keluar dari zona bahaya dan berpindah ke wilayah yang lebih aman, BPBD juga mendistribusikan masker kepada masyarakat yang terdampak debu vulkanik,” kata dia.

Koordinasi dalam penanggulangan dampak erupsi juga dilakukan bersama unsur TNI dan Polri. Salah satunya melalui Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat. Patroli juga dilakukan di sejumlah lokasi yang telah ditetapkan sebagai kawasan terlarang untuk aktivitas maupun kunjungan.

”Termasuk kawasan Danau Lau Kawar. Dari hasil patroli, kawasan tersebut dipastikan tidak terdapat pengunjung,” imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore