
Salah satu peserta Festival Musik Tong-Tong Sumenep (Istimewa)
JawaPos.com – Musik tong-tong menjadi salah satu kesenian tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat Madura. Di Kabupaten Sumenep, kesenian tersebut terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan budaya masyarakat.
Lebih dari sekadar hiburan, tong-tong memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Pada awalnya, instrumen tersebut digunakan sebagai sarana komunikasi tradisional. Bunyi kentongan menjadi penanda bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun peringatan terhadap kondisi tertentu.
Tong-tong umumnya dibuat dari bambu atau kayu. Instrumen tersebut dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tongkat kecil sehingga menghasilkan karakter bunyi yang khas. Dalam perkembangannya, ukuran dan bentuk tong-tong pun semakin beragam. Salah satunya berupa kentongan berukuran besar yang dikenal dengan sebutan dhung-dhung.
Sejarawan musik Jaap Kunst dalam kajian yang dikutip Bouvier (2002) menyebutkan, alat musik serupa tong-tong telah dikenal sejak masa pra-Hindu. Keberadaan alat berbahan bambu yang menghasilkan bunyi sebagai sarana komunikasi juga disebut dalam sejumlah naskah kuno, seperti Sudamala dan Bharata Yuddha.
Seiring berjalannya waktu, fungsi tong-tong mengalami perubahan. Dari alat penanda bahaya, tong-tong berkembang menjadi sarana komunikasi dengan kode bunyi tertentu. Setelah itu, penggunaannya meluas sebagai instrumen musik dalam berbagai pertunjukan rakyat.
Tong-Tong Dalam Tradisi Kehidupan Masyarakat Madura
Di Madura, tong-tong juga tidak lepas dari tradisi masyarakat. Instrumen tersebut pernah digunakan untuk membangunkan warga saat sahur pada Ramadan. Perkembangannya kemudian melahirkan pertunjukan musik arak-arakan yang dikenal sebagai musik patrol.
Dalam pertunjukan tersebut, tong-tong dimainkan secara berkelompok dengan pola ritme yang teratur. Perpaduan bunyi dari berbagai ukuran instrumen menciptakan karakter musik yang khas. Pada sejumlah tradisi, tong-tong bahkan digunakan dalam kegiatan ritual maupun upacara adat tertentu.
Nilai yang terkandung dalam musik tong-tong juga tidak sebatas pada seni suara. Kesenian tersebut mencerminkan kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong. Setiap pemain harus menjaga ritme agar menghasilkan harmoni sebagai satu kesatuan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022