Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 19.39 WIB

Jelajah Pasar Kebonagung Minggir: Gerbang Ekonomi Sleman Barat, Surga Kuliner Legendaris Perbatasan

kuliner khas bakmi kuning Sleman. (Istimewa). - Image

kuliner khas bakmi kuning Sleman. (Istimewa).

JawaPos.com – Tak sekadar tempat transaksi sayur dan rempah, Pasar Tradisional Kebonagung di Kapanewon Minggir, Sleman, menyimpan pesona ganda yang memikat.

Tepat berada di garis perbatasan Sleman, Kulon Progo, dan Jawa Tengah, pasar harian ini tidak hanya menjadi pintu masuk utama (gateway) perputaran ekonomi wilayah Sleman barat, tetapi juga surga kuliner legendaris yang siap memanjakan lidah para pelancong.

Mulai dari Bakmi Kuning Jawa, Tempe Koro dan Sengek Benguk, Tape dari Singkong yang dibungkus daun jati, hingga olahan Ikan Presto Kali Progo. Semuanya menyajikan perpaduan rasa tradisi yang melintasi zaman.

Gerbang Utama Ekonomi Sleman Barat
Secara geografis, Pasar Kebonagung menempati posisi yang sangat strategis di pinggir jalan raya provinsi, hanya dipisahkan oleh aliran Sungai Progo via Jembatan Ngapak. Pasar ini menjadi salah satu simpul utama pergerakan ekonomi masyarakat Kulon Progo dan Jawa Tengah menuju Kabupaten Sleman, begitu pula sebaliknya.

Tempe koro dan sengek benguk. (Istimewa)

Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah I Disperindag Sleman, Robertus Esthi Raharja Prasetya, menegaskan pentingnya peran strategis Pasar Kebonagung sebagai rujukan belanja harian inter-wilayah, baik untuk warga Kapanewon Minggir maupun Kulon Progo.

"Pasar Kebonagung menjadi alternatif utama pengunjung karena komoditasnya relatif lengkap dan buka setiap hari," ujarnya saat ditemui Senin (21/9/2026). 

Terkait upaya meramaikan pasar, Robert menyebut setiap pasar tradisional memiliki denyut dan karakter unik masing-masing. Baginya, pendekatan promosi harus menyesuaikan ekosistem yang sudah terbentuk alami di lapangan.

"Pasar yang bagus adalah pasar yang tercipta alami, bukannya dipaksakan diciptakan. Kami memfasilitasi apa saja yang sudah mengalir," tegas pria yang berkantor di lantai 3 Pasar Godean tersebut.

Meski demikian, menurutnya, menghidupkan suasana pasar melalui kegiatan atau acara komunitas tetap penting untuk menjaga gairah serta kenyamanan para pedagang.

Tape singkong yang dibungkus daun jati. (Istimewa).

"Orang datang ke pasar saja pedagang sudah ayem, apalagi kalau disertai belanja," tambahnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore