
Petugas mengangkat sampah laut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (19/11/2024). (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com – Upaya mencegah sampah masuk ke laut tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat memilah sampah. Di tingkat lokal, keberlanjutan bank sampah dan kepastian pengumpulan setelah sampah dipilah masih menjadi sejumlah kendala.
Direktur Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi Mulyanto Diharjo mengatakan keberlanjutan menjadi salah satu tantangan karena banyak bank sampah bergantung pada inisiatif individu atau local hero.
“Kendala keberlanjutan, namanya local hero kalau ada kegiatan lain suka ditinggal,” kata Mulyanto dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, persoalan lain adalah ekspektasi terhadap nilai ekonomi sampah yang tidak selalu sesuai dengan kondisi di lapangan. “Ada ekspektasi berlebihan dari bank sampah bahwa sampah bernilai uang. Ternyata tidak sebesar yang mereka ekspektasikan, itu masalah,” ujarnya.
Kendala juga muncul pada proses pengangkutan. Pemilahan yang sudah dilakukan masyarakat dapat kehilangan manfaat jika sampah tidak segera diangkut dan dikelola. “Effort luar biasa untuk angkutan dan sosialisasi yang benar, sehingga proses yang dikumpulkan tidak berdampak buruk pada dirinya,” pungkas Mulyanto.
Persoalan serupa muncul di lingkungan sekolah. Kepala Sekolah Muhammadiyah 3 Denpasar, Emma Rosada mengatakan edukasi pemilahan sampah telah dilakukan, tetapi masih membutuhkan sistem pengumpulan yang konsisten.
Baca Juga:Pepsico dan Bali Waste Cycle Bersinergi, Sulap Sampah Kemasan Jadi Fasilitas Publik di Bali
“Kami buat sistem dan kolaborasi. Untuk keadaan, kami sudah mengajarkan para pelajar kami memilah, karena sekolah kami menerapkan kurikulum, dan kami setiap hari sepakat untuk memilah,” kata Emma.
Menurut Emma, siswa telah diajarkan memisahkan sampah kering dan basah serta mengurangi penggunaan plastik. Namun, setelah dipilah, muncul pertanyaan mengenai ke mana sampah tersebut harus disalurkan.
“Ketika kami sudah memilah, pelajar kadang tidak tahu ke mana plastik akan pergi,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022