Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 20.19 WIB

Dari Tradisi ke Teknologi, Mooncake Festival 2026 Rawat Budaya di Semarang

Mooncake Festival 2026 menjadi ruang perjumpaan budaya yang menunjukkan bagaimana tradisi Tionghoa telah menjadi bagian dari kehidupan Kota Semarang. (Istimewa) - Image

Mooncake Festival 2026 menjadi ruang perjumpaan budaya yang menunjukkan bagaimana tradisi Tionghoa telah menjadi bagian dari kehidupan Kota Semarang. (Istimewa)

JawaPos.com - Mooncake Festival 2026 menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang masyarakat sekaligus menunjukkan bagaimana tradisi Tionghoa telah menjadi bagian dari kehidupan Kota Semarang.

Perayaan di kawasan Pecinan ini mempertemukan tradisi, sejarah, seni, kuliner, dan teknologi dalam satu ruang budaya.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan keberagaman budaya merupakan bagian dari perjalanan Semarang yang terus berkembang dari masa lalu menuju masa depan. Hal itu disampaikannya saat membuka Mooncake Festival 2026 di Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang, Kamis (24/9/2026).

Mooncake Festival 2026 di Semarang. (Istimewa)

“Semarang ini tidak hanya bicara tentang sesuatu yang kuno, sesuatu yang di masa lalu. Tetapi ini adalah titik pertemuan antara masa lalu, masa kini, yang akan mendorong perahu kita maju menuju ke masa depan,” ujar Agustina.

Menurut Agustina, keberagaman tersebut perlu dirawat melalui kebersamaan. Mooncake Festival yang sebelumnya dirayakan secara terpisah oleh berbagai kelompok masyarakat Tionghoa di Semarang kini menjadi momentum untuk menghadirkan perayaan bersama.

“Maka saya ingin hari ini kita bersama-sama menjadi satu,” katanya.

Semangat tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kawasan Pecinan sebagai ruang budaya yang terbuka bagi masyarakat luas. Pemerintah Kota Semarang mendorong pengembangan kawasan, termasuk melalui penataan Gang Baru dan pengembangan Pasar Semawis, dengan tetap mempertahankan karakter serta kehidupan masyarakat setempat.

“Kalau orang dulu melihat Pecinan sebagai kawasan yang kuno, tapi saya melihat sisi yang berbeda. Saya melihat ada keindahan, keakraban, keasyikan, dan gotong royong,” tuturnya.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore