Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Oktober 2026 | 16.54 WIB

Pakar Sebut 443 Gempa Susulan Guncang Sumba Bukan Keanehan Tapi Proses Alamiah

Ilustrasi gempa bumi. (Istimewa) - Image

Ilustrasi gempa bumi. (Istimewa)

JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 443 gempa susulan telah terjadi pascagempa utama magnitudo 5,9 di Sumba pada Minggu (4/10) lalu. 

Dari ratusan aktivitas seismik tersebut, sebanyak 4 gempa susulan di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hingga Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB, rangkaian gempa susulan ini tercatat memiliki variasi kekuatan. Magnitudo terbesar yang dilepaskan mencapai M4,8, sementara magnitudo terkecil tercatat pada angka M1,1.

Kenapa Gempa Susulan Terus Terjadi?

Menanggapi fenomena ini, Dr. Daryono, anggota IABI sekaligus Dosen Magister Manajemen Bencana SPPB Universitas Indonesia (UI) Salemba, menegaskan bahwa kemunculan gempa susulan merupakan sebuah keniscayaan.

Menurutnya, setelah gempa utama terjadi, batuan di sekitar bidang sesar mengalami perubahan distribusi tegangan atau stress redistribution.

"Kerak bumi kemudian melakukan penyesuaian menuju kondisi tegangan baru yang lebih stabil. Proses inilah yang menghasilkan rangkaian gempa susulan," ujar Daryono, Selasa (6/10).

Ia menambahkan, banyaknya gempa susulan bukanlah suatu keanehan. Fenomena tersebut merupakan bagian alamiah dari proses tektonik setelah terjadinya gempa utama.

Imbauan Warga dan Tren Seismologis

Secara seismologis, frekuensi gempa susulan umumnya akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Kondisi ini sejalan dengan kecenderungan Omori’s Law.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore