Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2026 | 15.24 WIB

Gubernur Iqbal Tegaskan NTB Makin Mendunia Usai MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor Penonton

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut capaian tersebut sebagai momentum untuk memperkuat posisi daerahnya sebagai tuan rumah ajang internasional. (Istimewa) - Image

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut capaian tersebut sebagai momentum untuk memperkuat posisi daerahnya sebagai tuan rumah ajang internasional. (Istimewa)

JawaPos.com – MotoGP Mandalika 2026 mencatat rekor jumlah penonton sejak ajang balap motor dunia itu digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 2022. Selama tiga hari penyelenggaraan, 9–11 Oktober 2026, sebanyak 157.875 penonton hadir di Sirkuit Mandalika. Jumlah itu meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 140.324 orang. 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut capaian tersebut sebagai momentum untuk memperkuat posisi daerahnya sebagai tuan rumah ajang internasional. Menurut dia, keberhasilan MotoGP tidak hanya ditentukan oleh persaingan para pembalap di lintasan, tetapi juga kemampuan masyarakat lokal mendukung penyelenggaraan acara berstandar dunia.

Sorotan lain datang dari Marc Marquez. Pembalap Ducati Lenovo Team itu akhirnya menuntaskan balapan utama MotoGP Mandalika untuk pertama kalinya setelah empat kunjungan sebelumnya selalu gagal finis. Pada Minggu (11/10), Marquez menyelesaikan balapan di posisi keenam, sehari setelah memenangi sprint race. 

Menariknya, sebelum balapan, Marquez menerima sembeq, tradisi doa masyarakat Sasak, dari Lalu Iqbal saat parade MotoGP di Mataram pada Rabu (7/10). Tradisi tersebut menjadi bagian dari kearifan lokal yang ikut mewarnai penyelenggaraan ajang balap internasional itu.

“Marc Marquez, saya doakan kamu. Ini tanggal ganjil, insyaAllah kamu bisa melewati tikungan-tikungan itu dengan lancar. Sudah saya sembeq,” kata Iqbal saat itu.

Hotel Penuh, Permintaan Komoditas Lokal Meningkat

Dampak MotoGP Mandalika juga terlihat di luar sirkuit. Menurut data yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTB, okupansi hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen selama penyelenggaraan pada 9–11 Oktober 2026. Tingginya permintaan juga dirasakan di Mataram dan Senggigi, yang menjadi kawasan penyangga aktivitas pariwisata di Lombok.

Iqbal menekankan, tingginya aktivitas pariwisata harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Dampak ekonomi itu diharapkan menjangkau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), nelayan, tenaga kerja lokal, hingga industri pendukung pariwisata.

Salah satu indikasinya terlihat dari meningkatnya kebutuhan komoditas perikanan di sektor perhotelan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam materi pemerintah daerah, permintaan ikan dari sejumlah hotel meningkat hingga 10 kali lipat, dari sekitar 50 kilogram menjadi 500–600 kilogram per pesanan setiap hotel per hari.

Peningkatan permintaan juga dirasakan nelayan, khususnya pemasok lobster. Komoditas yang sebelumnya banyak dikirim ke Jakarta kini mulai terserap pasar lokal, termasuk hotel-hotel di Senggigi dan Lombok Tengah.

“Sejak seminggu terakhir kami bahkan tidak mengirim lobster ke Jakarta. Semuanya untuk pasar lokal,” kata Ketua Umum Serikat Nelayan Independen NTB Hasan Saipul Rizal.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore