
DARI JATIM-JATENG: Totok Warsito berpose di antara sepeda motor-sepeda motor lama yang dipajang di galerinya di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (18/1). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Tak ada yang lebih menyenangkan dari punya hobi yang dibayar. Hal itulah yang dirasakan Totok Warsito, 53. Dia merupakan owner Galeri Motor Jadoel yang berlokasi di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.
---
EMPAT tahun lalu, bisnis kayu yang ditekuni Totok tengah lesu. Tak ada ancang-ancang khusus untuk memulai usaha baru. Hobi koleksi sepeda motor lawas ternyata menjadi peluang yang menguntungkan bagi Totok sampai hari ini.
Dimulai dari belasan motor yang dikoleksi sendiri, Totok menambah jumlah motornya menjadi 25 unit untuk mulai dijajakan pada awal merintis usaha. Namun, perjuangan tak langsung berjalan mulus. Hampir setahun lebih, koleksi kendaraan roda dua berusia 30 tahun ke atas tidak kunjung dilirik peminat.
”Tidak ada perasaan putus asa karena memang dasarnya hobi dan suka. Saya tidak punya uang tidak apa-apa. Melihat koleksi motor yang dimiliki saja sudah buat senang,” ujarnya.
Kesabaran Totok membuahkan hasil. Satu demi satu peminat motor jadul menemukan Galeri Motor Jadoel dari berbagai kanal informasi. Dari pembeli-pembeli yang puas tersebut, nama Totok makin eksis di dunia ”persilatan” motor jadul. ”Mungkin sekarang kalau di area selatan (Jakarta Selatan dan sekitarnya, Red), nama saya sudah cukup banyak dikenal. Bisa dibilang jadi yang terbesar juga,” klaim Totok.
Tak main-main memang, di galeri atau showroom-nya, terdapat 175 sepeda motor lawas. Unit yang terbanyak adalah kendaraan roda dua generasi 1970-an seperti Honda C70, Yamaha V75, hingga Suzuki V80. Jika pembeli tengah beruntung mampir pada saat yang tepat, tak jarang Totok juga punya koleksi langka seperti Suzuki TS atau Kawasaki Binter.
Menurut Totok, setiap bulan selalu ada saja unit yang terjual. Memang tak tentu jumlahnya, tetapi bisa dipastikan penjualan per bulan tak kurang dari 1–5 motor. Bahkan, pada saat tertentu, seperti sekitar November–Desember 2021, dia kebanjiran order dengan melepas 20 unit motor kepada beberapa konsumen.
”Pembeli di sini beragam. Tapi, kebanyakan adalah penghobi yang punya nostalgia khusus dengan motor-motor jadul. Tapi, ada juga pembeli anak muda yang ingin motor yang tampil beda,” bebernya.
Untuk satu motor jadul model bebek seperti Honda C70, Totok mematok harga bervariasi, Rp 4 juta–6 juta, bergantung kondisi. Beberapa model bebek jadul juga mampu menyentuh angka Rp 10 juta jika kondisinya sangat baik atau orisinalitasnya terjaga dengan baik. Untuk motor dengan kapasitas mesin lebih besar seperti Suzuki TS dan Kawasaki Binter Merzy, Totok dapat melepas paling mahal hingga Rp 30 jutaan.
Mayoritas motor jadul yang terpajang di galeri milik Totok adalah motor dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Totok mengaku punya banyak relasi yang membantunya mencarikan stok kendaraan di daerah-daerah.
”Sekali datang biasanya 1–2 truk. Tidak semua motor jadul bisa kami terima. Kalau dari usia, yang jelas diprioritaskan yang di bawah tahun 1990-an. Untuk kelengkapan surat tentu saja harus lengkap. Setelah itu, kita lakukan restorasi sehingga layak dikendarai seperti dulu,” urainya.
Sampai saat ini Totok mengaku masih sangat enjoy dengan bisnis tersebut. Di luar unit yang dia jual, dia juga tetap menyimpan sejumlah motor jadul untuk koleksi sendiri. Situasi pandemi pun tak begitu membuat Totok pusing. Sebab, menurut dia, demand kendaraan roda dua lawas cenderung tak terpengaruh oleh kondisi saat ini.
”Peminat motor-motor jadul akan tetap ada meski yang modern sudah semakin canggih. Motor jadul selalu punya tempat di hati peminatnya. Apalagi jika seseorang pernah punya nostalgia, biasanya jika sudah sukses, ada rasa ingin memiliki motor tersebut kembali,” ungkapnya.
Proyeksi Omzet Bisnis Motor Klasik
Jenis | Kisaran Harga Jual* | Estimasi Demand
Bebek/cub series
Kisaran Harga Jual: Rp 4 juta–10 juta
Demand: 60 persen
Sport series
Kisaran Harga Jual: Rp 30 juta–50 juta
Demand: 30 persen
Collector/rare series
Kisaran Harga Jual: Rp 50 juta ke atas
Demand: 10 persen
Penjualan (Unit/Tahun) dan Kisaran Omzet (Rp Juta/Tahun)
15 unit = Rp 300 jutas
25 unit = Rp 500 juta
50 unit = Rp 1 miliar
100 unit = Rp 2 miliar
Keterangan:
*Kisaran harga jual bergantung pada tahun dan kondisi motor
**Estimasi berdasar harga pasar saat ini dan porsi demand
Sumber: Totok Warsito
