
KKP mencatat bahwa ekspor ikan tilapia atau ikan tawar di Indonesia, sejenis nila, masih didominasi ke pasar Amerika Serikat. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa ekspor ikan tilapia atau ikan tawar di Indonesia, sejenis nila, masih didominasi ke pasar Amerika Serikat (AS). Bahkan, Indonesia menjadi negara eksportir ikan tilapia ketiga di AS, di bawah Tiongkok dan Columbia.
"Indonesia itu masuk ke dalam nomor ketiga eksportir terbesar di dunia. Masih di bawah Tiongkok. Tiongkok itu sudah 40,9 persen, Columbia itu 10,7 persen, Indonesia 10,4 persen," kata Kepala Tim Jaga Analis Pasar Luar Negeri Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Helwijaya Marpaung dalam acara Outlook Tilapia 2025 di Jakarta, Kamis (28/8).
Dia menjelaskan, untuk ekspor ikan tilapia ke Amerika Serikat mencapai 64,8 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor ke negara-negara lainnya, seperti Kanada 11,08 persen, Uni Eropa 7,8 persen, Inggris 3,7 persen dan ASEAN 3,0 persen.
"Demand pasar tertinggi kita mengekspor tilapia ke AS. Memang pasar AS itu tertinggi untuk menyerap komoditas tilapia sharenya itu 46,8 persen," lanjutnya.
Bahkan, secara nilai, pada tahun 2024 Helwi menyebut ekspor Indonesia ke AS untuk ikan tilapia mencapai USD 93 juta. Meski begitu, Helwi menilai ekspor ikan tilapia ke AS masih didominasi oleh produk perikanan dari Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara.
Menurutnya, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk bisa memproduksi ikan tilapia sesuai dengan kebutuhan ekspor, yakni mencapai ukuran 1 kilogram per ekor.
"Mudah-mudahan yang revitalisasi ini bisa juga bahan bakunya bisa mendukung peningkatan ekspor ke depannya," ungkap Helwi.
Tak hanya laris di pasar luar negeri, Helwi juga membeberkan bahwa ikan tilapia menjadi komoditas utama paling banyak dikonsumsi masyarakat. Baru kemudian disusul oleh tongkol, kembung, dan lele.
Hal ini tercermin dari data serapan ikan tilapia yang mencapai 721 ribu ton pada tahun 2024 untuk konsumsi ikan masyarakatnya. Dari sisi serapan masyarakatnya, tertinggi itu ada di Jawa Barat, disusul Jawa Timur, Sumatera Utara dan Jawa Tengah.
"Jadi tiga provinsi di pulau Jawa ini sudah berkontribusi paling besar untuk menyerap tilapia di indonesia. Untuk program revitalisasi ini sepertinya akan sangat layak karena telah menyesuaikan dengan preverensi konsumen di masyarakat setempat," pungkasnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
