Sejumlah kendaraan melakukan pembayaran di gerbang Tol Sedyatmo, Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengguna jalan yang rutin melintas menuju Bandara Soekarno–Hatta perlu kembali mengecek saldo kartu elektroniknya. Mulai Senin (5/1/2026) pukul 00.00 WIB, tarif Tol Prof. DR. Ir. Soedijatmo atau Tol Sedyatmo resmi mengalami penyesuaian.
Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional, Panji Satriya, mengatakan bahwa penyesuaian tarif dilakukan sesuai ketentuan regulasi yang berlaku.
Yakni, Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 1325/KPTS/M/2025 tanggal 25 November 2025 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas Jalan Tol Prof. DR. IR. Soedijatmo.
“Penyesuaian tarif Tol Sedyatmo mulai diberlakukan pada 5 Januari 2026 pukul 00.00 WIB, sesuai keputusan Menteri PU,” ujar Panji dalam keterangannya, Minggu (4/1).
Berdasarkan keputusan tersebut, berikut ini rincian tarif baru Jalan Tol Sedyatmo mulai Senin, 5 Januari 2026:
• Golongan I: Rp 8.500
• Golongan II: Rp 11.500 (sebelumnya Rp 11.000)
• Golongan III: Rp 11.500 (sebelumnya Rp 11.000)
• Golongan IV: Rp 12.500 (sebelumnya Rp 12.000)
• Golongan V: Rp 12.500 (sebelumnya Rp 12.000)
Meski begitu, Panji memastikan bahwa tarif untuk kendaraan Golongan I tidak mengalami perubahan. Penyesuaian tarif tol ini dilakukan setiap dua tahun sekali dengan mempertimbangkan laju inflasi.
Hal itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 yang terakhir diubah melalui PP Nomor 17 Tahun 2021.
Di sisi lain, penyesuaian tarif juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepastian pengembalian investasi bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sesuai dengan rencana bisnis.
"Selain itu, kebijakan ini diperlukan untuk menjaga iklim investasi jalan tol tetap kondusif sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna," beber Panji.
Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas layanan, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) terus melakukan berbagai peningkatan. Di antaranya penambahan Oblique Approach Booth (OAB) serta penyediaan 10 unit mobile reader guna mempercepat transaksi.
Sementara saat ini, terdapat 8 gerbang tol dengan total 63 gardu operasi yang terdiri atas 26 Gardu Tol Otomatis (GTO) Single dan 37 GTO Multi. Tak hanya itu, JMT juga terus mengembangkan sistem Single Lane Free Flow (SLFF) serta integrasi transaksi antar-ruas tol untuk mewujudkan perjalanan yang lebih efisien.
"Dari sisi operasional, sepanjang 2025 dilakukan modifikasi Gerbang Semi Otomatis menjadi GTO, peremajaan hydrant, papan nama gerbang tol, hingga renovasi ruang server," tuturnya.
Di bidang preservasi, lanjut Panji, pemeliharaan jalan dilakukan di sejumlah titik sepanjang 11,5 kilometer, termasuk rekonstruksi perkerasan seluas 2.584 meter persegi. Upaya ini dilengkapi dengan perawatan Penerangan Jalan Umum (PJU), rambu, median concrete barrier, guardrail, hingga perangkat keselamatan lainnya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
