
Ilustrasi ASEAN. (Istimewa)
JawaPos.com - Mayoritas perusahaan di ASEAN siap melakukan ekspansi pasar. Pelaku bisnis optimis terhadap pertumbuhan regional menghadapi gangguan rantai pasok yang parah akibat proteksionisme global.
Data ini diperoleh berdasarkan survei ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), bekerja sama dengan CSIS Indonesia dan JETRO Jakarta. Survei ini mengambil perspektif dari 395 perusahaan sektor swasta diseluruh kawasan, survei ini mengungkapkan lanskap ekonomi yang kompleks.
Survei ini yang dirancang untuk memberikan rekomendasi praktis dan berwawasan kedepan kepada para menteri ekonomi dan pemimpin ASEAN, menyoroti kebutuhan mendesak akan kebijakan regional yang selaras saat perusahaan-perusahaan menavigasi ekonomi global yang sedang dalam masa transisi.
"Survei tahun ini mengirimkan pesan yang sangat jelas, sektor bisnis di ASEAN sangat ambisius dan siap untuk berekspansi, namun mereka menghadapi tantangan nyata dari proteksionisme global dan kerumitan transisi hijau," kata Direktur Eksekutif ASEAN Business Advisory Council, Rifki Weno dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3).
Rifki mengatakan, pemimpin ASEAN perlu menyederhanakan regulasi. Denga begitu, ekonomi kawasan tetap tangguh. Selain itu, perlu pemanfaatan perjanjian perdagangan (FTA).
Baca Juga:6 Tips Pilih Travel Jakarta–Bandung yang Nyaman dan Anti Ribet, Biar Liburan Kamu Makin Tenang
Dia memaparkan, sekitar 70 persen perusahaan yang menjadi responden menyatakan bahwa mereka akan memperluas bisnis dalam 1-2 tahun ke depan. Selain itu, 48 persen diantaranya memperkirakan adanya peningkatan laba operasi pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun 2024.
75 persen perusahaan merasa khawatir tentang meningkatnya proteksionisme. Paparan tarif AS sangat terkonsentrasi pada sektor manufaktur, mempengaruhi 64 persen produsen dibandingkan dengan 40 persen dari total seluruh perusahaan. Hal ini telah menyebabkan gangguan rantai pasok, permintaan penurunan harga dan peningkatan ketidakpastian perencanaan bagi perusahaan yang terdampak.
Sekitar 70 persen perusahaan menyadari keberadaan FTA ASEAN dan RCEP. Namun, tingkat pemanfaatan FTA hanya mencapai 48 persen. Hal yang mengejutkan, 40 persen dari mereka yang tidak memanfaatkannya beralasan bahwa mereka tidak tahu harus mulai dari mana.
Kawasan ASEAN diidentifikasi sebagai wilayah paling umum untuk diversifikasi rantai pasok dengan nilai 93 persen, jauh melampaui Jepang (54 persen) dan Tiongkok (41 persen).
Meskipun 63 dari 100 perusahaan ASEAN sedang mengambil langkah-langkah dekarbonisasi, 90 persen menyebutkan bahwa akses ke pemasok yang mematuhi standar ESG adalah tantangan terbesar. 53 persen melihat langkah-langkah dekarbonisasi itu sendiri sebagai risiko rantai pasok. Kesadaran akan inisiatif keberlanjutan ASEAN juga sangat rendah, dengan hanya 28 persen responden yang mengetahui tentang ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance.
Sebagian besar perusahaan masih berada pada tingkat adopsi parsial atau percontohan (pilot-level) di seluruh teknologi transformasi digital. Saat ini, hanya 22 persen yang menggunakan agen AI untuk dukungan keputusan (decision support), dan 21 persen menggunakan AI Generatif untuk manajemen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022