Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 00.21 WIB

PHK 3.200 Karyawan Xbox, Indikasi Serius Bisnis Gaming Lesu

Ilustrasi Xbox. (Engadget) - Image

Ilustrasi Xbox. (Engadget)

JawaPos.com - Microsoft kembali melakukan restrukturisasi besar-besaran di divisi game Xbox. Perusahaan mengumumkan akan memangkas sekitar 3.200 karyawan dari berbagai studio game di bawah naungannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan memperbaiki kinerja bisnis.

Seperti dilansir dari Engadget, Selasa (7/7), keputusan tersebut merupakan bagian dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang lebih luas di Microsoft. Secara keseluruhan, perusahaan memangkas sekitar 4.800 posisi atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerja globalnya.

Dalam memo kepada karyawan yang dipublikasikan, CEO Xbox Asha Sharma menjelaskan bahwa PHK akan menyasar sejumlah studio, termasuk Activision, Bethesda/ZeniMax, Blizzard, King, Mojang, hingga Xbox Game Studios. Dari total 3.200 pekerja yang terdampak, sekitar 1.600 orang akan diberhentikan dalam waktu dekat, sementara sisanya dilakukan secara bertahap selama satu tahun ke depan.

Selain PHK, Microsoft juga melakukan divestasi terhadap beberapa studio game. Berdasarkan laporan The Game Business, sekitar 350 karyawan berasal dari empat studio yang akan dialihkan ke pemilik baru.

Studio pengembang South of Midnight, Compulsion Games, dan Double Fine Productions akan kembali berdiri sebagai perusahaan independen dengan tetap mempertahankan hak atas kekayaan intelektual (IP), katalog gim, serta fondasi untuk proyek-proyek mereka berikutnya.

Melalui pernyataan di media sosial X, Compulsion Games memastikan hak atas seluruh gim yang dikembangkannya tetap berada di tangan perusahaan. "Prioritas utama kami adalah mendukung tim kami selama periode transisi ini,” kata Compulsion Games.

Sementara itu, Double Fine juga menyatakan akan segera menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai arah perusahaan setelah proses tersebut selesai.

Menurut Sharma, Ninja Theory dan Undead Labs juga tidak ditutup. Kedua studio tersebut telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan pemilik baru yang akan memberikan pendanaan guna menyelesaikan sekaligus mengembangkan proyek Senua dan State of Decay 3. Namun, Microsoft belum mengungkap identitas calon pembeli kedua studio tersebut.

Berbeda dengan dua studio itu, masa depan Arkane Studios masih dalam tahap pembahasan. Sharma mengatakan manajemen Arkane tengah memulai konsultasi dengan Dewan Pekerja di Prancis untuk mengevaluasi berbagai opsi strategis yang tersedia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore