
Ilustrasi judi online. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 36.191 rekening terindikasi melakukan akitivitas yang berkaitan dengan judi online atau judol sampai dengan Mei 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, data rekening yang terindikasi dengan judi online pada bulan ini meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan catatan bulan sebelumnya.
"Meningkat cukup signifikan sebesar 3.000 (rekening) dibandingkan dengan data bulan lalu sebesar 33.836 rekening," ujar Dian dalam konferensi pers, Selasa (7/7).
Dian mengatakan, hingga juni 2026 OJK telah meminta perbankan melakukan enhanced due diligence (EDD) dan pemblokiran terhadap sekitar 36.191 rekening yang diduga terkait praktik tersebut.
"Terkait dengan pemberantasan perjudian daring yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta perbankan untuk melakukan enhanced due diligence (EDD) dan atau pemblokiran atas kurang lebih 36.191 rekening," ujarnya.
Selain itu, OJK juga meminta perbankan untuk melakukan perluasan atas laporan tersebut, dengan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan nomor identitas kependudukan (NIK) dari masing-masing pihak yang terindikasi Judol serta melakukan EDD.
Lanjutnya, ia juga melaporkan kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh 11,51 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan DPK yang meningkat 13,47 persen secara tahunan.
"Secara umum, saya ingin menyampaikan bahwa kinerja perbankan pada posisi Mei 2026 tumbuh positif dengan pertumbuhan kredit secara year on year mencapai 11,51 persen dan ini sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga secara year on year yang tumbuh sebesar 13,47 persen," ucapnya.
Dian mengatakan, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,17 persen, sedangkan NPL net berada di level 0,84 persen. Sedangkan dari sisi likuiditas perbankan juga masih memadai.
Ia menjelaskan Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 186,54 persen atau jauh di atas ketentuan minimum 100 persen. Sementara itu, rasio alat likuid terhadap dana noninti (AL/NCD) mencapai 108,20 persen dan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) sebesar 22,74 persen, masing-masing melampaui ambang batas minimum 50 persen dan 10 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
