
Sony telah menghasilkan lebih dari $1,5 miliar pendapatan kotor dengan merilis game PlayStation di Steam. (Dok. wccftech)
JawaPos.com – Sony Group Corp. menaikkan proyeksi laba bersihnya untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2027 setelah kinerja bisnis gim dan layanan jaringan menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Konglomerasi teknologi dan hiburan asal Jepang itu juga merevisi naik proyeksi laba operasional dan penjualannya.
Seperti dilansir Kyodo, Jumat (31/7), Sony kini memperkirakan laba bersih mencapai 1,21 triliun yen atau sekitar Rp134,31 triliun (kurs 1 yen sekitar Rp111). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 1,16 triliun yen atau sekitar Rp128,76 triliun (kurs 1 yen sekitar Rp111).
Perusahaan juga menaikkan target laba operasional menjadi 1,72 triliun yen atau sekitar Rp190,92 triliun (kurs 1 yen sekitar Rp111). Sebelumnya, Sony memperkirakan laba operasional sebesar 1,60 triliun yen atau sekitar Rp177,60 triliun (kurs 1 yen sekitar Rp111).
Sementara itu, proyeksi penjualan direvisi menjadi 12,50 triliun yen atau sekitar Rp1.387,50 triliun (kurs 1 yen sekitar Rp111). Angka tersebut meningkat dari perkiraan sebelumnya sebesar 12,30 triliun yen atau sekitar Rp1.365,30 triliun (kurs 1 yen sekitar Rp111).
Sony menyebut peningkatan proyeksi tersebut didorong oleh prospek bisnis gim yang semakin kuat. Perusahaan memperoleh manfaat dari pengembalian dana tarif impor di Amerika Serikat, pelemahan nilai tukar yen, serta efisiensi biaya operasional.
Pada kuartal April hingga Juni 2026, Sony membukukan laba bersih sebesar 342,16 miliar yen atau sekitar Rp37,98 triliun (kurs 1 yen sekitar Rp111). Nilai tersebut meningkat 32,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba operasional selama tiga bulan itu juga melonjak 40,2 persen menjadi 476,50 miliar yen atau sekitar Rp52,89 triliun (kurs 1 yen sekitar Rp111). Sementara itu, penjualan naik 8,2 persen menjadi 2,84 triliun yen atau sekitar Rp315,24 triliun (kurs 1 yen sekitar Rp111).
Kinerja positif tersebut didukung oleh pertumbuhan bisnis gim, termasuk ekosistem PlayStation, serta meningkatnya permintaan terhadap sensor gambar yang diproduksi Sony. Kedua segmen tersebut menjadi penopang utama pertumbuhan perusahaan pada awal tahun fiskal.
Meski demikian, Sony belum memasukkan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto pada Selasa lalu ke dalam proyeksi keuangannya. Perusahaan menyatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan besarnya pengaruh bencana tersebut terhadap kinerja bisnis.
Hingga saat ini, salah satu pabrik semikonduktor Sony di Kumamoto masih menghentikan kegiatan produksinya. Sementara itu, fasilitas Sony lainnya di wilayah Kyushu telah kembali beroperasi setelah dinyatakan aman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
