
Penandatanganan MoU perlindungan risiko bagi pelaku Usaha dan Wisatawan bahari. (Istimewa)
JawaPos.com - Wisata bahari perlu dikelola dengan maksimal agar tercipta ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Aspek keselamatan wisatawan penting mendapat prioritas.
PT Jasaraharja Putera pun menggandeng Indonesian National Shipowners' Association (INSA) dalam menciptakan ekosistem wisata yang aman dan berkelanjutan. Kerja sama ini mencakup keselamatan, kelayakan teknis, serta perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat dihadapi pelaku usaha dan wisatawan.
Langkah ini diharapkan mampu membentuk ekosistem maritim yang mendukung pertumbuhan wisata bahari. Sekaligus memberikan kepastian perlindungan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Penandatangan kerja sama ini turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana; Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto; hingga Ketua DPR RI Puan Maharani. MoU ditandatangani oleh Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Rochmat Benny Susanto, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto, dan Direktur Teknik PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), Delil Khairat.
Baca Juga:PM Jepang Sanae Takaichi Tidak Singgung Amerika Serikat dalam Peringatan Bom Hiroshima dan Nagasaki
Perusahaan BUMN ini menilai semua pihak perlu memahami perkembangan dan kebutuhan industri wisata bahari, khususnya dalam aspek perlindungan risiko. Kerja sama ini mencakup penguatan keselamatan dan kelayakan teknis kapal wisata, pengelolaan risiko maritim, serta dukungan perlindungan asuransi dan reasuransi.
“Pariwisata merupakan salah satu penopang utama perekonomian bangsa. Melalui pariwisata yang berkeselamatan, kita tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga secara nyata mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan yang berkunjung," kata Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8).
"Bersama para stakeholder, kami berkomitmen berkontribusi nyata dalam membangun industri wisata yang berkeselamatan. Hal ini mencakup seluruh pihak mulai dari pengunjung, destinasi, sarana pendukung, hingga sistem penyelamatan dan evakuasi," imbuhnya.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan wisatawan melalui ekosistem wisata maritim yang memiliki standar keselamatan dan perlindungan risiko yang semakin baik. Kolaborasi lintas sektor juga membuka ruang bagi pengembangan solusi perlindungan yang lebih sesuai dengan karakteristik kegiatan pelayaran dan wisata bahari di Indonesia.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
