Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 15.56 WIB

Masa Sekolah Cak Nun hingga Eross Sheila on 7 di MUHI Diabadikan Dalam Sebuah Buku

Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (IKAMUHI) dan MUHI meluncurkan buku berjudul "MUHI untuk Negeri: Sejarah, Alumni, Sumbangsih". (Istimewa) - Image

Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (IKAMUHI) dan MUHI meluncurkan buku berjudul "MUHI untuk Negeri: Sejarah, Alumni, Sumbangsih". (Istimewa)

JawaPos.com – Perjalanan panjang SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (MUHI) tidak hanya tersimpan dalam ingatan para alumninya. Sejarah, pengalaman, prestasi, hingga kontribusi para lulusan MUHI kini dihimpun dalam sebuah buku berjudul MUHI untuk Negeri: Sejarah, Alumni, Sumbangsih.

Buku yang diterbitkan LaksBang Akademika ini merupakan hasil kerja bersama Ikatan Alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (IKAMUHI) dan MUHI. Buku tersebut dijadwalkan terbit pada September 2026 dan menjadi upaya untuk merawat ingatan kolektif tentang perjalanan salah satu lembaga pendidikan Muhammadiyah di Yogyakarta.

Buku setebal xxviii, 418 halaman dengan ukuran 21 x 29 sentimeter itu berisi dokumentasi mengenai sejarah sekolah, perjalanan alumni, serta berbagai bentuk sumbangsih mereka bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ketua Umum IKAMUHI Ida Pujiastuti, yang juga alumni MUHI 1984, menjelaskan, buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan menjadi rekaman memori untuk merajut kembali kenangan sekaligus refleksi perjuangan MUHI, guru, dan para alumninya.

“Melalui lembaran buku ini, kita diajak untuk tidak melupakan akar sejarah dan perjuangan para pendiri serta guru-guru kita terdahulu. Buku ini juga merangkum kisah inspiratif dari beberapa alumni yang telah menorehkan prestasi di berbagai bidang. Ini menjadi bukti nyata bahwa bangku-bangku kelas MUHI  berhasil menempa generasi yang unggul dan berdampak bagi masyarakat bangsa dan negara,” tutur Ida dalam soft launcing buku tersebut di peringatan milad ke-77 MUHI di Sportorium UMY, Bantul, Yogyakarta, Rabu (23/9/2026). 

Ketua Tim Penulis, Fernan Rahadi menuturkan selama lebih dari tiga bulan tim penulis menghubungi alumni, mewawancarai, dan menyajikannya ke dalam artikel menarik.

"Namun tidak semuanya berjalan mulus, ada nomor telepon yang tak dapat dihubungi, narasumber yang tak bisa ditemui, hingga alumni yang enggan diwawancarai dan dipublikasikan. Dalam pengumpulan foto-foto pun tak kalah tantangannya, perburuan foto berlangsung hingga akhir tenggat naik cetak," jelas dia.

Lebih dari 120 narasumber diwawancarai untuk menyusun buku tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari alumni, kepala sekolah dan guru, mantan kepala sekolah dan mantan guru, pembina kegiatan ekstrakurikuler, pegiat sekolah, hingga keluarga dari sejumlah tokoh yang pernah menjadi bagian dari perjalanan MUHI.

Rentang alumni yang menjadi narasumber juga mencakup lebih dari enam dekade. Hampir seluruh angkatan mendapat ruang dalam proses pengumpulan cerita, mulai dari lulusan 1963 hingga lulusan 2025. 

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore