Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Mei 2017 | 21.18 WIB

Terungkap! Begini Analisa Ahli Gizi Soal Diet Kenyang Dewi Hughes

Hughes saat menunjukkan aneka sayuran yang diolah menjadi menu diet kenyang - Image

Hughes saat menunjukkan aneka sayuran yang diolah menjadi menu diet kenyang

JawaPos.com - Diet kenyang ala Dewi Hughes semakin menginspirasi banyak kaum hawa untuk mengurangi berat badan. Bayangkan saja, presenter itu mampu menurunkan berat badan secara drastis hingga 75 kilogram. Caranya dengan memerbanyak sayuran dan buah dalam setiap asupan. 


Penjelasan Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Diah M. Utari, mengungkapkan secara rinci dampak positif dari diet kenyang ala Hughes. Hughes selalu mengonsumsi 1 gelas air putih setelah 30 menit bangun tidur, kemudian minum air putih 1 gelas lagi. Dilanjutkan sarapan dengan menggunakan menu buah dan juga sayuran hingga kenyang.


Menanggapi hal itu, Diah menilai minum air putih setelah bangun tidur sangat bagus untuk mencuci racun-racun dalam tubuh sehingga bisa dikeluarkan lewat urin. Minum air putih kedua, 30 menit kemudian juga baik sehingga kerja ginjal tidak terlalu berat. 


"Sebaiknya memang minum air putih dalam frekuensi yang sering, meski sedikit-sedikit. Dibandingkan jarang minum, namun langsung minum banyak," ungkap Diah kepada JawaPos.com, Minggu (21/5). 


Metode diet kenyang ala Hughes lainnya yakni mengonsumsi menu buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral di pagi hari. Menurut Diah, untuk seorang Hughes yang awalnya bertubuh besar, cara tersebut masih bisa ditolerir, karena Hughes memiliki cadangan lemak yang cukup.  


"Namun jika badan tidak terlalu besar, sebaiknya sarapan tetap berprinsip pada gizi seimbang, yaitu terdiri dari sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral," ungkapnya. 


Syarat makanan yang harus dikonsumsi Hughes adalah penggunakan buah lokal, bukan menggunakan buah impor. Diah setuju dengan metode tersebut. Selain lebih segar dan aman, konsumsi buah lokal juga akan meningkatkan ekonomi petani lokal. 


Buah tanpa tambahan apapun tetap yang terbaik, karena proses pengolahan bisa menghilangkan sebagian zat gizinya," jelasnya. (cr1/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore