
Program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) #BeraniDigital yang dihadirkan Grab-OVO di Cirebon, Jawa Barat. (Dok Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Digitalisasi usaha bagi pelaku UMKM kini tidak hanya berkaitan dengan memasarkan produk melalui platform daring. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai diperkenalkan sebagai salah satu alat yang dapat membantu pelaku usaha menjalankan berbagai aktivitas bisnis sehari-hari.
Hal tersebut menjadi bagian dari program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) #BeraniDigital yang dihadirkan Grab-OVO di Cirebon, Jawa Barat. Cirebon menjadi kota ke-18 di mana program itu dijalankan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pemerintah Kota Cirebon.
Dalam program tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan usaha. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah penggunaan AI untuk membantu menyusun deskripsi produk, menemukan ide konten promosi, merangkum masukan pelanggan, hingga membuat perencanaan kerja sederhana.
Selain pemanfaatan AI, pelaku usaha juga mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan akses pendanaan digital. Langkah tersebut diarahkan untuk membantu UMKM tidak hanya memperluas jangkauan usaha, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam mengelola bisnis.
Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri mengatakan perkembangan teknologi membuat digitalisasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pelaku usaha. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan mereka ketika masuk ke ekosistem digital.
“Digitalisasi bukan lagi sebuah kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan. Karena itu, upaya Grab membantu Mitra GrabMerchant dan Mitra Pengemudi menjadi bagian dari ekosistem digital merupakan langkah nyata untuk mendorong UMKM terus berkembang,” tuturnya di Cirebon pada Kamis (1/10).
Cirebon sendiri memiliki basis UMKM yang cukup besar. Pemerintah Kota Cirebon mencatat terdapat 5.353 UMKM di wilayah tersebut. Sementara itu, sektor perdagangan dan jasa menyumbang 27,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Cirebon.
Pemkot Cirebon juga melihat penguatan UMKM tidak bisa dilepaskan dari posisi daerah tersebut sebagai bagian dari kawasan Metropolitan Rebana. Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan konektivitas dengan daerah di sekitarnya dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha.
“Kami melihat Cirebon bukan hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka. Karena itu, kami ingin Cirebon menjadi bagian yang turut menggerakkan perekonomian kawasan, termasuk dengan membuka akses yang lebih luas bagi UMKM,” ujar Iing Daiman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022