
Pendapatan premi asuransi jiwa dari unit usaha syariah mencapai Rp 4,41 triliun sepanjang kuartal I tahun ini. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 32,2 persen YoY. (ANTARA)
JawaPos.com - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo menyampaikan pendapatan premi asuransi jiwa dari unit usaha syariah mencapai Rp 4,41 triliun sepanjang kuartal I tahun ini. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 32,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan capaian pada Januari-Maret 2025 sebesar Rp 6,51 triliun.
“Meskipun mengalami penurunan pada periode ini, segmen syariah tetap menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses perlindungan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Albertus Wiroyo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6).
Pihaknya pun berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri asuransi syariah melalui upaya spin-off unit usaha asuransi syariah yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat diselesaikan pada akhir Desember 2026.
Sementara itu, pendapatan premi dari unit usaha segmen konvensional tumbuh 4,6 persen yoy dari Rp 40,99 triliun pada kuartal I 2025 menjadi Rp 42,86 triliun pada kuartal I 2026.
“Hal ini menunjukkan bahwa segmen konvensional masih menjadi kanal utama perlindungan asuransi jiwa bagi masyarakat Indonesia," ujar Albertus.
Berdasarkan jenis produk, ia menuturkan bahwa produk asuransi tradisional masih menjadi penopang utama pendapatan premi industri asuransi jiwa dengan kontribusi Rp 30,10 triliun. Meskipun demikian, capaian tersebut turun 2,9 persen yoy.
Produk unit link atau Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI), menurut dia, justru semakin diminati masyarakat dengan pertumbuhan sebesar 4,1 persen yoy menjadi Rp 17,17 triliun.
“Komposisi ini mencerminkan keberagaman kebutuhan nasabah serta semakin matangnya preferensi masyarakat dalam memilih produk asuransi atau produk perlindungan yang sesuai,” ucap Albertus.
Terkait tipe pembayaran, ia mengatakan premi reguler masih mendominasi dengan capaian Rp 28,17 triliun. Namun, angka tersebut turun 5,2 persen yoy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
