JawaPos Radar | Iklan Jitu

Maskapai Diminta Tak Naikkan Tarif Terlalu Tinggi Saat Nataru

06 Desember 2018, 14:29:02 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Maskapai Diminta Tak Naikkan Tarif Terlalu Tinggi Saat Nataru
Ilustrasi (SkyscraperCity)
Share this

JawaPos.com - Momen libur Natal dan Tahun Baru tinggal menghitung pekan. Umumnya, terjadi kenaikan tarif signifikan pada seluruh jasa transportasi. Kenaikan itu coba diantisipasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar tidak memberatkan masyarakat. Apalagi, pesawat merupakan transportasi favorit bagi masyarakat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono mengatakan, pihaknya telah mengimbau kepada para maskapai agar tidak menaikkan tarif batas atas pesawat terlalu tinggi.

Ketentuan mengenai tarif batas atas dan tarif batas bawah penerbangan dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formula Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Di dalam beleid itu disebutkan rentang ambang batas tarif adalah antara 30 sampai 100 persen.

"Karena ini menyangkut masyarakat sedang membutuhkan. Jadi tetap dijaga antara tarif bawah dan batas atas. Namun diharapkan tidak karena lonjakan permintaan yang tinggi lalu dimentokkan ke atas (tarifnya), yang wajar lah," ujarnya di Gedung SMESCO, Jakarta, Kamis (6/12).

Saat ini, Isnin memastikan jika maskapai masih menggunakan tarif sesuai kententuan Permenhub. Meski meminta tidak menaikkan terlalu tinggi, pihaknya tidak membantah kemungkinan terjadi kenaikan. Hanya saja besarannya yang akan diminta untuk diatur.

Pasalnya, pihak maskapai juga mempertimbangkan harga avtur yang masih cukup tinggi ditambah pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Untuk tarif batas bawah memang sedang dievaluasi, tapi tidak terkait nataru, tapi terkait dengan kenaikan harga bahan bakar avtur internasional maupun dengan adanya kondisi Rupiah kemarin. Tapi kan akhirnya pemerintah sudah berhasil menanggulangi kurs lebih stabil," kata dia.

"Jadi erubahan sangat mungkin. Tapi pada saat nataru, tarif yang ada mesti diakomodasi. Mungkin itu saja. Karena tarif itu kan range, atas bawah. Selama tidak melebihi yang atas itu adalah sah. Tapi pemerintah mengimbau agar tidak dimentokin di atas," pungkasnya.

 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up