JawaPos Radar

Realisasi Investasi Tak Capai Target Bukan Gara-Gara Gross Split

08/11/2018, 17:31 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Realisasi Investasi Tak Capai Target Bukan Gara-Gara Gross Split
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan, penyebab investasi turun bukan karena skema kontrak baru yaitu gross split. 

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menjelaskan, karena skema tersebut sudah mulai gencar diterapkan di industri migas sejak tahun lalu sebagai pengganti skema cost recovery.

"Enggak ada hubungannya sama gross split. Karena keputusan investasi mereka (kontraktor) tidak didasari gross split atau Cost Recovery," ujarnya di kawasan Petrotekno Ciloto, Cianjur, Kamis (8/11).

Amien memaparkan, keinginan investasi kontraktor migas di Indonesia lebih ditentukan dari potensi untung yang diperoleh atau Internal Rate of Return (IRR). Terkait apakah skema kontrak yang digunakan gross split atau cost recovery menurutnya hanya urusan teknis.

“Investor itu kan menentukan dari angka IRR nya yaitu keuntungan. Faktor kedua orang mau investasi adalah certainty yaitu kepastian termasuk kepastian hukum atau regulasi," tuturnya.

Amien menekankan, kontraktor migas sangat ingin adanya aturan yang tegas dan tidak berubah cepat alias konsisten. Pasalnya, hal tersebut akan berpengaruh besar kepada kelangsungan bisnis.

SKK Migas mencatat realisasi investasi migas tahun ini memang jauh dari target yang sebesar USD 14,2 miliar. Sementara hingga Oktober 2018 baru mencapai USD 8,7 miliar. atau sebesar 61 persen. Namun, pihaknya memperkirakan investasi migas yang akan tercapai hingga akhir tahun 2018 mencapai 79 persen dari target atau sebesar USD 11,2 miliar. 

Di samping itu, Amien menambahkan, investasi migas yang masih belum bergeliat lantaran temuan cadangan migas besar belum ditemukan. Sehingga, investasi besar untuk membangun fasilitas produksi tak terealisasi.

"Sebab, Investasi yang paling besar di hulu migas itu nomor satu adalah membangun fasilitas produksi. Pembangunan fasilitas produksi besar akan dibangun setelah ada cadangan besar yang ditemukan. kalau besar ditemukan, maka akan ada investasi yang besar," tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up